Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usaha Modal Kecil di Tengah Ekonomi Sulit, Ini Cara Memulainya

A
Usaha modal kecil tetap bisa dimulai di tengah ekonomi sulit. Simak cara memilih pasar, tes produk, mengatur stok, dan membangun bisnis.
Usaha modal kecil tetap bisa dimulai di tengah ekonomi sulit. Simak cara memilih pasar, tes produk, mengatur stok, dan membangun bisnis.

Advertisement

 

JAKARTA - Usaha modal kecil dinilai tetap realistis untuk dimulai di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, asalkan pelaku usaha mampu membaca kebutuhan pasar, memulai secara bertahap, dan mengendalikan stok serta arus kas. Bagi calon pengusaha, besarnya modal bukan satu-satunya penentu keberhasilan bisnis.
Hal itu dibahas dalam program Grigo Business Corner yang mempertemukan Mas Sanggit dengan Pak Gregio untuk membicarakan strategi memulai usaha bagi pelaku UMKM dan calon pengusaha pemula. Pembahasan menggunakan konsep 5W1H, mulai dari menentukan alasan memulai usaha, target konsumen, lokasi, waktu memulai, hingga cara menjalankannya.

Advertisement


Menurut Pak Gregio, kondisi ekonomi yang sulit justru mendorong masyarakat untuk lebih kreatif. Namun, banyak orang melakukan kesalahan karena hanya berjualan tanpa strategi.
“Sekarang jualan itu sama dengan solusi ditambah kepercayaan, ditambah pengalaman,” kata Pak Gregio dalam percakapan tersebut.
Ia menjelaskan, calon pengusaha tidak seharusnya langsung berpikir untuk menjual produk kepada semua orang. Usaha modal kecil justru perlu memiliki target yang lebih spesifik dengan melihat kebutuhan masyarakat di sekitar.


Salah satu caranya adalah melakukan survei sederhana. Pelaku usaha dapat mengamati siapa yang sering membeli, masalah apa yang mereka hadapi, serta kebutuhan apa yang paling sering muncul di lingkungan sekitar.
Target pasar juga bisa dilihat berdasarkan karakter konsumennya. Karyawan, misalnya, dapat memiliki kebutuhan terhadap makanan yang praktis. Sementara ibu rumah tangga dapat mencari solusi yang hemat. Anak muda memiliki kebutuhan yang berbeda lagi.
Karena itu, menurutnya, usaha kecil bukan semata-mata mencari pasar yang besar, tetapi menemukan kelompok konsumen yang memiliki kebutuhan kuat terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.


Mulai Kecil dan Tes Pasar
Dari sisi lokasi, perkembangan teknologi membuat usaha tidak selalu membutuhkan toko fisik. Pelaku usaha dapat memanfaatkan WhatsApp, TikTok, Instagram, maupun komunikasi lokal untuk menjangkau konsumen.
Pak Gregio juga menekankan pentingnya belajar menggunakan platform digital. Bahkan, usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Ia mencontohkan dirinya yang masih terus memperbarui pengetahuan meski sudah berusia 72 tahun.


Untuk waktu memulai, calon pengusaha juga tidak disarankan menunggu modal besar atau kondisi ekonomi benar-benar stabil. Menurutnya, usaha dapat dimulai sekarang, tetapi dalam skala kecil.

Salah satu cara yang disebutkan adalah menggunakan sistem preorder, titip jual atau konsinyasi, hingga menjadi reseller. Cara tersebut dapat membantu calon pengusaha melakukan tes pasar tanpa harus menumpuk stok.
“Jangan nunggu siap karena siap itu datangnya setelah mulai,” ujarnya.


Dalam menjalankan usaha, risiko juga dapat ditekan dengan memilih produk yang perputarannya cepat. Makanan, minuman, dan snack disebut sebagai contoh produk fast moving karena memiliki potensi repeat order dan perputaran uang yang lebih cepat.
Selain produk, orang yang memiliki keterampilan juga dapat memanfaatkannya sebagai peluang usaha. Contohnya jasa editing, admin online, jasa titip, cleaning service, hingga laundry kecil.
Lima Fondasi Pengusaha Pemula
Pak Gregio menyebut ada lima fondasi yang penting bagi pengusaha pemula. Pertama adalah mindset. Bisnis harus dipandang sebagai proses, bukan cara mendapatkan hasil instan.


Kedua, memahami masalah dan kebutuhan konsumen sebelum menentukan produk. Prinsipnya, jangan hanya menjual sesuatu yang disukai sendiri, tetapi menawarkan sesuatu yang memang dibutuhkan orang.
Ketiga adalah konsistensi. Menurutnya, jualan sepi pada awal usaha merupakan hal yang bisa terjadi. Namun, pelaku usaha perlu mencari akar masalah dan tidak berhenti begitu saja.


Keempat adalah membangun kepercayaan melalui testimoni, kejujuran mengenai produk, respons yang cepat, serta menunjukkan proses usaha secara transparan.
Kelima adalah membuat sistem sederhana. Pencatatan uang masuk, uang keluar, data pelanggan, hingga cara kerja yang sederhana sudah termasuk sistem yang penting bagi usaha kecil.

Advertisement

Artikel Terkait

7 Ide Bisnis 2026 yang Bisa Dimulai dengan Modal Kecil

7 Ide Bisnis 2026 yang Bisa Dimulai dengan Modal Kecil

7 ide bisnis 2026 yang bisa dimulai dengan modal kecil, dari jasa efisiensi rumah tangga hingga layanan pendampingan lansia.

15 Ide Bisnis Modal Kecil yang Belum Banyak Saingan, dari Thrift hingga Virtual Assistant

15 Ide Bisnis Modal Kecil yang Belum Banyak Saingan, dari Thrift hingga Virtual Assistant

Ide bisnis modal kecil bisa dimulai dari thrift, pet photography, makanan praktis, online course, virtual assistant hingga sewa kostum.

Usaha Pisang Lumer Modal Rp8 Juta, Balik Modal Disebut Sekitar Sebulan

Usaha Pisang Lumer Modal Rp8 Juta, Balik Modal Disebut Sekitar Sebulan

Usaha pisang lumer Raja Pisang Lumer bermodal sekitar Rp8 juta dan disebut balik modal sekitar sebulan dengan beragam pilihan topping.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer