Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengincar Peluang Bisnis Thrift, Kualitas Bagus dan Murah, Banyak Diburu Gen-Z, Pengamat Ekonomi di Blitar Sampaikan Hal Ini

Mila Inka Dewi • Minggu, 25 Februari 2024 | 14:00 WIB
BANYAK MODEL: Toko-toko atau gerai pakaian thrift selalu jadi jujukan anak-anak muda
BANYAK MODEL: Toko-toko atau gerai pakaian thrift selalu jadi jujukan anak-anak muda

BLITAR - Bisnis thrift atau menjual pakaian bekas di Blitar semakin menjamur. Selain menawarkan harga yang murah, barang bekas yang dijual juga masih memiliki kualitas yang bagus. 

Baju-baju thrift belakangan diketahui didatangkan dari negara-negara maju. Yakni, baju-baju bekas yang tidak dipakai oleh pemiliknya. Seperti Negara China, Jepang, Korea dan sebagainya.

Pengamat Ekonomi di Blitar, Aris Sunandes mengatakan bisnis thrift tergantung dari perilaku pasar. Periode saat ini, terutama Gen Z tentu akan menyukai pakaian thrift. 

“Karena siklus atau arah trend akan berputar. Apakah akan terus berjalan atau hanya musiman tergantung dari pasar,” jelasnya, Jumat (23/2/2024).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar ini menjelaskan, thritf berbeda dengan toko pakaian atau konveksi.

Toko pakaian punya reset dan pengembangan. Sementara usaha thrift hanya mengumpulkan barang untuk menjual ulang. Pemilik biasanya memberikan branding produk. 

“Misalnya dari segi history, barang branded atau limited edition. Saya melihat thrift masih bisa bertahan lama,” jelasnya. Namun, menurutnya, tidak semua orang menyukai thrift. 

Hanya pasar-pasar tertentu saja, seperti pop culture. Apalagi, jenis pakaian thirft tidak disukai oleh semua kalangan usia. Orang-orang dewasa lebih memilih pakaian biasa.

Saat ini, lanjut dia, banyak toko pakaian yang menjual barang dengan kualitas bagus. Meski barang baru, harganya miring. Serta mengikuti trend fashion saat ini. 

“Generasi X dan baby boomers cenderung memilih pakaian lokal. Bisa juga membeli kain kemudian dijahit sesuai dengan model yang dipilih,” paparnya. 

Aris menambahkan, Gen Z dan milenial akan cenderung menyukai trend thrift karena banyak faktor. Misalnya, mengikuti sesuatu yang viral, baju thrift punya banyak model beragam, serta banyak diburu karena harga yang cenderung lebih murah. 

“Yang paling dominan karena memang baju thirft punya harga yang lebih murah, sesuai kantong gen Z dan milenial,” tandasnya. (ink/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bisnis thrift #blitar