BLITAR-Candlestick menjadi salah satu dasar penting dalam dunia trading forex dan crypto. Lewat penjelasan sederhana dari konsep candlestick dijelaskan sebagai cara paling efektif memahami arah pergerakan harga di pasar, baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.
candlestick adalah bentuk visual dari rekam jejak harga. Misalnya harga suatu aset bergerak dari Rp50, naik ke Rp150, turun ke Rp100, kemudian ke Rp200 dan Rp250. Semua pergerakan itu kemudian direkam dalam satu bentuk grafik candlestick.
“Candlestick menggambarkan perjalanan harga dari open, high, low, hingga close dalam satu periode waktu,” jelasnya dalam video.
Ia menambahkan, satu candlestick bisa mewakili pergerakan harga dalam satu jam, satu hari, bahkan satu minggu, tergantung pada time frame yang dipilih trader.
Dalam penjelasan lanjutannya, memperkenalkan istilah momentum candle, yaitu candle dengan body panjang dan ekor pendek yang menandakan kekuatan tren sedang besar.
“Kalau ada momentum candle panjang, artinya harga lagi kuat banget di satu arah. Tapi biasanya sebelum lanjut naik, harga harus koreksi dulu bikin ekor,” katanya.
Koreksi itu penting untuk menjaga keseimbangan pasar. Banyak trader pemula salah kaprah dengan langsung buy saat melihat candle besar tanpa menunggu koreksi, sehingga justru terjebak di posisi rugi.
“Setiap kali muncul candle baru, biasanya ada ekor dulu. Itu sinyal koreksi. Jangan panik kalau harga sempat turun sebelum naik lagi,” pesannya.:
Momentum Candle — Candle panjang dengan body besar, menandakan tren kuat. Biasanya diikuti kenaikan lanjutan jika tren naik, atau penurunan lanjutan jika tren turun.
Exhaustion Candle (Candle Capek) — Candle dengan ekor panjang dan body kecil, seperti hammer candle. Pola ini menandakan tren sedang kehilangan tenaga dan siap berbalik arah.
“Kalau ada hammer di bawah tren turun, biasanya sinyal pembalikan. Tapi jangan langsung buy, tunggu konfirmasi candle berikutnya,” tegasnya.
Membaca candlestick tidak cukup di satu waktu saja. trader perlu memahami pergerakan harga dari time frame besar ke kecil agar tidak salah entry.
Contohnya, pada time frame daily (harian), jika muncul candle bullish panjang, pagi hari biasanya harga justru turun dulu membentuk ekor sebelum benar-benar naik di sesi London atau New York.
“Kalau candle daily-nya hijau panjang, bukan berarti pagi langsung naik. Biasanya pagi koreksi dulu, baru sore atau malam naik lagi,” ujarnya.
Dengan memahami pola seperti ini, trader bisa menentukan waktu entry yang lebih tepat, misalnya di area support saat harga membentuk ekor bawah.
Lebih lanjut, menjelaskan bahwa membaca candlestick juga bagian dari forecasting atau memprediksi arah harga berdasarkan data sebelumnya.
“Dari data candle lama, kita bisa perkirakan arah selanjutnya. Tapi itu bukan kepastian, hanya probabilitas,” ujarnya.Ia menekankan bahwa tidak ada prediksi yang 100 persen akurat di dunia trading. Namun dengan rasio risk-reward 1:2 dan win rate 40 persen, trader sudah bisa untung secara konsisten.
Dalam praktiknya, menyarankan trader untuk selalu mencari rejection candle di area support atau resistance.Misalnya ketika muncul candle panjang di area support, trader bisa menunggu pola double bottom di time frame kecil (M5 atau M15) sebagai konfirmasi untuk entry buy.
“Kalau di area support muncul rejection dan candle kecil dengan ekor panjang, itu sinyal entry bagus. Stop loss bisa di bawah ekor, take profit 1:2 atau 1:3,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya backtesting agar strategi yang digunakan terbukti efektif dalam jangka panjang.
“Jangan asal ikut sinyal. Backtest dulu. Tes 100 kali biar tahu akurasinya,” tambahnya.
Candlestick bukan sekadar grafik, tapi bahasa visual dari psikologi pasar. Dengan memahami struktur dan jenis-jenis candlestick, trader dapat membaca arah pasar dengan lebih percaya diri.
“Trading itu bukan tebak-tebakan, tapi membaca cerita harga lewat candlestick,” tutup.
Untuk masyarakat Kota dan Kabupaten Blitar yang mulai tertarik dengan dunia trading, memahami dasar candlestick bisa menjadi langkah awal agar tidak terjebak spekulasi.Ikuti terus berita dan panduan finansial lainnya hanya di Blitarkawentar.jawapos.com, portal terpercaya untuk informasi ekonomi, bisnis, dan gaya hidup masyarakat Blitar.
Editor : Anggi Septian A.P.