BLITAR KAWENTAR - Harga ayam potong dan cabai mulai bikin kantong warga waswas jelang Ramadan.
Diperkirakan, jumlah permintaan barang yang tinggi tidak seimbang dengan jumlah ketersediaan stok di pasar.
Dampaknya, harga ayam potong di pasaran terkerek hingga Rp 42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 35–38 ribu per kilogram.
Tak tanggung-tanggung, cabai rawit yang semula stabil di angka Rp 30 ribu, kini menembus harga Rp 80 ribu hingga Rp 86 ribu per kilogram.
Budi Santoso, 53, pedagang ayam potong di Pasar Templek di Kota Blitar mengatakan, kenaikan harga mulai terasa dalam beberapa hari terakhir.
Saat ini, harga ayam berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram. “Biasanya memang kalau mau puasa pasti naik. Banyak acara selamatan,” ujarnya, Rabu (11/2).
Menurut Budi, kenaikan ini merupakan siklus tahunan yang hampir selalu terjadi menjelang bulan suci.
Meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berbagai acara membuat permintaan ayam potong bertambah dibanding hari biasa.
‘’Untuk pembelian per ekor, harga disesuaikan dengan bobot. Rata-rata ayam berbobot 2 kilogram per ekor, jadi dijual sekitar Rp 80 ribu hingga Rp 84 ribu per ekor.’’ jelasnya.
Selain harga yang naik, volume penjualan pun ikut terdongkrak. Jika pada hari biasa hanya menjual sekitar setengah kuintal per hari, menjelang Ramadan, stok yang disiapkan bisa mencapai 1 kuintal per hari. “Kalau mendekati puasa, pembeli memang lebih ramai dari biasanya,” katanya.
Kenaikan signifikan harga cabai dibenarkan oleh Ali Mahmud, salah satu pedagang di Pasar Legi.
Menurutnya, meroketnya harga cabai di Blitar dipicu oleh minimnya pasokan dari tingkat petani.
Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan banyak tanaman cabai terserang penyakit sehingga kualitas barang yang masuk ke pasar menurun drastis.
"Barangnya sulit, musimnya lagi buruk. Banyak cabai yang peteken (busuk) dan kualitasnya jelek. Sekarang cabai rawit sudah menyentuh Rp 86 ribu per kilo. Prediksinya masih bisa naik lagi karena kiriman dari luar Jawa juga belum lancar," ungkapnya, Selasa (10/2).
Selain harga yang melambung, ketersediaan stok di pasar juga menjadi persoalan serius.
Biasanya, Ali menyediakan stok cabai hingga 80 kilogram per hari, tetapi saat ini hanya mampu menyediakan stok sekitar 50 kilogram.
Kondisi ini memaksa pedagang untuk mengurangi kuota jualan karena barang di tingkat tengkulak memang sedang langka.
Selain cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada komoditas lain seperti cabai keriting yang kini dibanderol Rp 30 ribu dari harga normal Rp 24 ribu.
Bawang merah pun ikut meroket ke angka Rp 40 ribu per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp 26 ribu.
Sebaliknya, bawang putih justru mengalami penurunan harga ke angka Rp 30 ribu. (mg3/sub/c1/ady)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama