Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Teror Lampor Bikin Warga Meninggal Mendadak, Sesepuh Sebut Akibat Pesugihan

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Rabu, 10 September 2025 | 09:30 WIB
Teror Lampor Bikin Warga Meninggal Mendadak, Sesepuh Sebut Akibat Pesugihan
Teror Lampor Bikin Warga Meninggal Mendadak, Sesepuh Sebut Akibat Pesugihan

BLITAR - Masyarakat Jawa memiliki banyak kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah tentang Lampor, rombongan gaib yang sering digambarkan berupa keranda terbang atau iring-iringan arwah. Cerita ini kembali mencuat setelah sejumlah warga di Mojokerto mengalami peristiwa janggal.

Menurut penuturan warga, fenomena lampor biasanya ditandai dengan suara gaduh di malam hari. Ada yang mendengar suara keranda kayu digotong, ada pula yang menyaksikan keranda putih melayang di langit dengan suara tangisan. Setelah itu, selalu saja ada korban meninggal mendadak di desa.

“Orang sehat-sehat, besok paginya sudah meninggal. Tidak ada sakit apa-apa. Seperti ada yang mengambil nyawanya,” ungkap seorang warga yang masih ingat kejadian itu.

Sesepuh desa kemudian menafsirkan peristiwa ini sebagai bagian dari pesugihan. Dalam tradisi Jawa, pesugihan dikenal sebagai praktik mencari kekayaan dengan jalan gaib. Namun syaratnya adalah tumbal, yaitu nyawa manusia yang harus dikorbankan.

“Lampor itu kendaraan gaib untuk mencari tumbal. Biasanya datang rombongan malam hari. Kalau ada yang mendengar atau melihat, berarti ada jiwa yang akan diambil,” jelas salah seorang sesepuh desa.

Cerita semakin menguat setelah dalam kurun waktu seminggu, tiga hingga empat warga ditemukan meninggal mendadak. Tidak ada riwayat sakit, tidak ada tanda-tanda medis yang jelas. Hal inilah yang membuat dugaan pesugihan makin dipercaya.

Bagi sebagian warga, lampor bukan sekadar cerita mistis, melainkan peringatan. Mereka percaya ada orang tertentu yang sengaja memelihara kekayaan dengan cara gaib, dan desa mereka jadi sasaran tumbal. Tidak heran jika setiap malam, suasana desa menjadi mencekam.

Warga diimbau untuk tidak keluar rumah saat malam tiba, terutama ketika mendengar suara keranda atau ketukan pintu. “Kalau ada suara aneh di malam hari, jangan dibuka. Bisa jadi itu panggilan lampor,” pesan sesepuh.

Namun, tidak semua orang menerima cerita ini begitu saja. Ada pula warga yang mencoba mencari penjelasan logis. Mereka menduga kematian mendadak bisa disebabkan penyakit jantung, hipertensi, atau stroke yang tidak terdeteksi. Meski begitu, penjelasan medis tetap kalah oleh kuatnya tradisi dan ketakutan yang sudah mengakar.

Kabar tentang lampor cepat menyebar hingga keluar desa. Beberapa media lokal bahkan sempat menyorot fenomena ini sebagai contoh bagaimana mitos masih kuat di masyarakat Jawa. Di sisi lain, cerita ini juga memperlihatkan konflik antara keyakinan tradisional dengan pandangan modern yang lebih rasional.

Untuk menenangkan warga, tokoh desa kemudian mengadakan ritual bersih desa. Sesaji, doa bersama, hingga larungan ke sungai dilakukan agar lampor tidak lagi mendatangi kampung. Setelah itu, suasana desa memang berangsur tenang, meski cerita tentang lampor tetap membekas di ingatan masyarakat.

Fenomena lampor di Mojokerto menjadi bukti bahwa tradisi dan kepercayaan masih punya pengaruh besar di tengah masyarakat modern. Bagi sebagian orang, cerita ini hanyalah legenda. Tapi bagi warga yang pernah kehilangan anggota keluarga secara mendadak, lampor adalah kenyataan yang menakutkan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#tumbal pesugihan #lampor jawa #horor jawa timur