Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ketakutan Warga Akhirnya Reda, Lampor Berhasil Diusir dengan Ritual Bersih Desa

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Rabu, 10 September 2025 | 11:30 WIB
Ketakutan Warga Akhirnya Reda, Lampor Berhasil Diusir dengan Ritual Bersih Desa
Ketakutan Warga Akhirnya Reda, Lampor Berhasil Diusir dengan Ritual Bersih Desa

BLITAR - Legenda Lampor sudah lama menghantui masyarakat Jawa. Digambarkan sebagai rombongan gaib yang membawa keranda terbang, Lampor dipercaya datang untuk mengambil tumbal. Tak heran jika setiap kemunculannya selalu menimbulkan ketakutan.

Namun, masyarakat Jawa memiliki cara tradisional untuk menangkal teror ini. Salah satunya adalah dengan ritual bersih desa. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk doa bersama agar desa terhindar dari mara bahaya, termasuk gangguan Lampor.

“Kalau Lampor datang, biasanya sesepuh desa langsung mengajak warga kumpul. Ada doa, sesaji, dan larungan ke sungai. Itu supaya roh-roh tidak lagi mengganggu,” tutur seorang warga Mojokerto yang masih ingat kejadian puluhan tahun lalu.

Dalam ritual itu, berbagai sesaji disiapkan. Mulai dari tumpeng, ayam ingkung, bunga setaman, hingga jajanan pasar. Semua dipersembahkan sebagai simbol permohonan keselamatan. Warga percaya, sesaji adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh makhluk gaib.

Selain itu, doa bersama juga menjadi inti dari ritual. Anak-anak hingga orang tua berkumpul di balai desa atau perempatan jalan, memanjatkan doa agar Lampor tidak lagi datang membawa maut. “Doanya supaya desa ayem tentrem, tidak ada lagi orang meninggal mendadak,” jelas sesepuh.

Uniknya, ritual ini tidak hanya dianggap sebagai penangkal mistis, tapi juga sarana memperkuat solidaritas warga. Dengan berkumpul bersama, mereka merasa lebih berani menghadapi rasa takut. “Kalau sendirian, takut banget. Tapi kalau ramai-ramai, ketakutan itu berkurang,” tambah warga.

Ritual bersih desa juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Jawa masih memadukan tradisi dan kepercayaan spiritual dengan kehidupan sehari-hari. Meski dunia sudah modern, keyakinan terhadap Lampor dan cara mengusirnya tetap dijaga sebagai warisan leluhur.

Bagi generasi muda, ritual ini menjadi pengingat bahwa budaya lokal tidak hanya tentang kesenian atau kuliner, tetapi juga tentang cara masyarakat menghadapi hal-hal gaib. “Sekarang anak muda lebih logis, tapi tetap ikut ritual. Karena ini bagian dari menjaga tradisi,” ujar salah satu pemuda desa.

Setelah ritual bersih desa dilakukan, suasana kampung memang terasa lebih tenang. Tidak ada lagi warga yang meninggal mendadak dalam waktu berdekatan. Keyakinan bahwa Lampor sudah pergi membuat masyarakat bisa beraktivitas dengan lega.

Fenomena ini membuktikan bahwa kepercayaan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat Jawa. Lampor mungkin dianggap legenda, tapi cara menghadapinya tetap hidup lewat ritual dan doa bersama.

Editor : Anggi Septian A.P.
#pocong andong #lampor jawa #Ritual Bersih Desa #horor jawa timur