Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cara Jeng Zameyra, Jebolan Jeng Kabupaten Blitar 2025 Promosikan Wisata Lewat Dunia Seni

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Jeng Kabupaten Blitar 2025, Zameyra saat berkunjung ke Puncak Sekawan di Desa Semen, Kecamatan Gandusari.
Jeng Kabupaten Blitar 2025, Zameyra saat berkunjung ke Puncak Sekawan di Desa Semen, Kecamatan Gandusari.


BLITAR
- Namanya Zameyra, salah satu Gus Jeng Kabupaten Blitar 2025, yang mungkin masih terdengar baru di telinga masyarakat.

Namun, perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini mulai dikenal lewat bakatnya yang unik hingga mengantarkannya menjadi duta wisata.

Bagi Zameyra, seni adalah bahasa universal untuk mencintai tanah kelahiran. Bahkan, ada salah satu karyanya yang membahas terkait Blitar dan ditampilkan ketika unjuk bakat pada gelaran Gus Jeng Kabupaten Blitar.

Dia sudah menyukai menggambar sejak TK, tapi saat ini lebih fokus pada digital art karena bisa menjangkau lebih banyak orang.

Bakat menggambar itu bukan sekadar hobi. Saat mengikuti ajang Gus Jeng Kabupaten Blitar, Zameyra menampilkan karya lukis bertema Candi Penataran, dipadukan dengan penampilan pencak silat dan pidato berbahasa Inggris.

“Waktu itu saya menampilkan lukisan Candi Penataran, di sampingnya ada sosok perempuan yang sedang melakukan pencak silat. Lalu, saya menjelaskan lukisan itu dengan bahasa inggris dan menampilkan seni pencak silat,” ujar Zameyra, Sabtu (18/10/2025).

Dia memang sengaja menggabung ketiga seni tersebut untuk merebut perhatian juri dan berhasil membuahkan tepuk tangan.

Menurutnya, ajang Gus Jeng mencari talenta yang memiliki bakat unik. Tentu sulit menggabungkan melukis, berbicara bahasa Inggris, dan seni bela diri tradisional.

“Sulit, karena saya harus latihan improvisasi dan tentu meminta pendapat orang tua dan guru. Tapi saya ingin tampil beda, karena Gus Jeng itu kan mencari duta yang punya keunikan dan karakter,” tuturnya.

Meski berbakat di dunia seni, Zameyra tetap punya cita-cita besar di jalur akademik. Siswi SMA jurusan IPA ini bercita-cita menjadi apoteker. Namun, dia tidak ingin meninggalkan dunia seni.

Menurutnya, seni tetap jadi bagian hidupnya. Lewat lukisan, dia ingin membawa Blitar dikenal dunia.

Baginya, menjadi duta wisata bukan sekadar mengenakan selempang dan tersenyum di depan kamera.

Lebih dari itu, ini adalah tanggung jawab untuk memperkenalkan kekayaan budaya Blitar dengan cara kreatif.

Sebelumnya, dia sudah pernah menjadi duta di sekolahnya, hingga akhrnya direkomendasikan ikut Gus Jeng.

“Kabupaten Blitar banyak keanekaragaman budaya dan seni. Maka dari itu, saya tertarik untuk ikut Gus Jeng, sehingga bisa mempromosikan budaya dan wisatanya. Mimpi saya sederhana, suatu saat saya ingin pameran di luar negeri. Biar Blitar bisa go international lewat seni,” ungkapnya.

Zameyra mengaku aktif mengikuti berbagai kegiatan promosi wisata, dari kunjungan ke Monumen Trisula di Kecamatan Bakung hingga eksplorasi sejarah di Candi Penataran.

Dia menikmati setiap kesempatan itu, apalagi bisa bertemu para juru kunci yang menjaga warisan leluhur.


“Dari mereka, saya belajar banyak tentang filosofi dan makna sejarah. Rasanya seperti membaca buku sejarah, tapi langsung dari sumbernya,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#candi penataran #kesenian #Zameyra #Gus Jeng Kabupaten Blitar #Dunia Seni #wisata #pariwisata #cinta tanah air