RADAR BLITAR - FIFA Series 2026 menjadi sorotan publik sepak bola nasional menjelang kick-off pada akhir Maret mendatang.
FIFA Series 2026 bukan hanya soal pertandingan Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis, tetapi juga terkait daftar pemain keturunan yang berpeluang dipanggil hingga kabar hukum yang menimpa Ricky Pratama.
Di tengah persiapan FIFA Series 2026, dinamika internal dan eksternal Timnas Indonesia semakin menarik perhatian, termasuk isu comeback Shin Tae-yong ke Tanah Air.
Timnas Indonesia dijadwalkan tampil pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB menghadapi Saint Kitts and Nevis.
Jika menang, skuad Garuda akan melaju ke final menghadapi pemenang laga Bulgaria kontra Kepulauan Solomon.
Turnamen ini berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
12 Pemain Keturunan Berpeluang Dipanggil
Di bawah arahan pelatih baru asal Inggris, John Herdman, Timnas Indonesia diprediksi memanggil 12 pemain keturunan yang sedang tampil impresif bersama klubnya masing-masing.
Sebelumnya, total ada 18 pemain yang telah berganti paspor menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Namun, enam nama diperkirakan absen di FIFA Series 2026.
Elkan Baggott disebut belum kembali ke performa terbaiknya setelah Piala Asia 2023 dan minim menit bermain di klubnya.
Rafael Struick, Shayne Pattynama, dan Jens Raven juga kesulitan mendapatkan waktu tampil reguler.
Sementara Mees Hilgers masih dalam tahap pemulihan cedera, dan Thom Haye harus menjalani sanksi empat pertandingan akibat protes keras pada laga kontra Irak Oktober lalu.
Sebaliknya, sejumlah nama tampil on fire. Nathan Tjoe-A-On rutin bermain di kasta kedua Belanda. Kevin Diks bahkan mencetak tiga gol dari 19 laga Bundesliga musim ini.
Performa stabil para pemain diaspora ini memberi optimisme jelang FIFA Series 2026.
Persija Kembali ke JIS, GBK Fokus FIFA Series
Persiapan FIFA Series 2026 membuat Stadion Gelora Bung Karno menjalani perawatan intensif.
Persija Jakarta pun dipastikan kembali menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai kandang di Super League.
Sebelumnya, Macan Kemayoran sempat memakai GBK.
Namun, stadion utama itu kini diprioritaskan untuk kebutuhan Timnas Indonesia.
Manajemen Persija telah mengumumkan laga kandang pekan ke-22 melawan PSM Makassar akan digelar di JIS.
Langkah ini menunjukkan keseriusan panitia dalam memastikan kualitas lapangan GBK tetap optimal untuk ajang FIFA Series 2026.
Shin Tae-yong Kembali, Tapi Bukan Melatih
Kabar lain yang menyita perhatian adalah rencana kembalinya Shin Tae-yong ke Indonesia.
Informasi ini dikonfirmasi mantan penerjemahnya, Jeje.
Namun, belum ada kejelasan apakah Shin akan terlibat dalam struktur Timnas Indonesia.
Spekulasi berkembang bahwa kedatangannya hanya untuk agenda komersial atau sebagai brand ambassador.
Sebab, kursi pelatih Timnas Indonesia kini resmi dipegang John Herdman.
Posisi asisten pelatih juga sudah ditempati Nova Arianto.
Dengan struktur kepelatihan yang telah solid, kecil kemungkinan Shin kembali menangani tim nasional dalam waktu dekat.
Ricky Pratama Dilaporkan ke Polda Sulsel
Di sisi lain, kabar kurang sedap datang dari pemain PSM Makassar sekaligus berlabel Timnas Indonesia, Ricky Pratama.
Ia dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya berinisial AD.
Kuasa hukum korban, Eko Saputra, menyatakan laporan dilayangkan pekan lalu.
Peristiwa diduga terjadi di sebuah kos di Kecamatan Mamajang, Makassar, pada 6 Februari.
Korban mengaku mengalami luka di leher dan lengan serta mendapat ancaman.
Menurut kuasa hukum, korban juga sempat ditinggalkan di Bandara Yogyakarta setelah dibelikan tiket.
Hingga kini, pihak Polda Sulsel belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.
Momentum Krusial Timnas Indonesia
FIFA Series 2026 menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki ranking FIFA dan membangun kembali kepercayaan diri.
Indonesia saat ini berada di peringkat ke-23 Asia.
Kemenangan atas Saint Kitts and Nevis akan membuka peluang besar menuju final sekaligus mendongkrak posisi di ranking dunia.
Dengan dukungan penuh suporter di GBK, skuad Garuda diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik.
Di tengah isu pemain keturunan, kabar comeback pelatih lama, hingga persoalan hukum pemain, fokus utama tetap pada satu tujuan: membawa Timnas Indonesia meraih hasil maksimal di FIFA Series 2026.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina