Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Derby Manchester: Manchester United vs Manchester City 2-0, Taktik Carrick Bikin Guardiola Frustrasi!

Axsha Zazhika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:05 WIB

 

Derby Manchester: Manchester United vs Manchester City 2-0, Taktik Carrick Bikin Guardiola Frustrasi!
Derby Manchester: Manchester United vs Manchester City 2-0, Taktik Carrick Bikin Guardiola Frustrasi!

BLITAR - Derby Manchester antara Manchester United vs Manchester City berakhir manis untuk tuan rumah. Dalam laga Manchester United vs Manchester City tersebut, Setan Merah menang 2-0 lewat gol Brian Bumo dan Patrick Dorgu.

Kemenangan Manchester United vs Manchester City ini terasa spesial karena menjadi debut kedua Michael Carrick sebagai pelatih interim. Meski kalah penguasaan bola hingga 72 persen, MU tampil lebih efektif dan disiplin dalam bertahan.

Pada duel Manchester United vs Manchester City di Old Trafford, Carrick mengandalkan pendekatan direct cepat yang mengingatkan publik pada era Ole Gunnar Solskjaer. Strategi ini terbukti ampuh meredam dominasi tim asuhan Pep Guardiola.

Baca Juga: Pantangan Weton Legi yang Sering Diabaikan Bisa Bikin Hidup Seret dan Rezeki Tertutup — Ini 4 Larangan Utama Menurut Primbon Jawa

Formasi dan Pendekatan Awal

Carrick menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan duet Harry Maguire dan Lisandro Martinez di jantung pertahanan. Luke Shaw dan Diogo Dalot mengisi posisi fullback. Kobbie Mainoo dan Casemiro berperan sebagai double pivot.

Di lini depan, Ahmad Diallo dan Patrick Dorgu bermain di sisi sayap, sementara Bruno Fernandes diplot sebagai nomor 10 menopang Brian Bumo sebagai striker tunggal.

Manchester City tampil dengan skema 4-1-4-1. Rodri menjadi jangkar tunggal, dengan Erling Haaland di lini depan. Namun absennya bek utama seperti Ruben Dias membuat pertahanan City terlihat kurang solid.

Sejak awal, MU memilih build up panjang. Empat pemain langsung naik untuk menyambut bola direct ke belakang garis pertahanan City yang bermain tinggi. Strategi ini beberapa kali menghasilkan peluang, termasuk tandukan Maguire yang membentur mistar.

Pertahanan Rapat Redam Half Space City

Kunci kemenangan MU terletak pada fase bertahan. Saat kehilangan bola, mereka membentuk shape 4-4-2 dengan jarak antar lini yang rapat. Bahkan dalam beberapa momen, Ahmad turun membantu sehingga struktur berubah menjadi 5-3-2.

Pendekatan ini bertujuan menutup half space, area favorit City untuk membangun serangan. Guardiola memang mengandalkan kombinasi di ruang antar lini, tetapi MU disiplin menjaga area tersebut.

Baca Juga: Weton Pahing Saat Bulan Puasa: 4 Pantangan Penting Menurut Primbon Jawa, Nomor 4 Paling Sering Dilanggar!

Meski City mendominasi penguasaan bola, peluang bersih relatif minim. Beberapa upaya dari Bernardo Silva dan Doku masih melebar atau berhasil diblok lini belakang MU.

Garis Tinggi City Jadi Celah

Garis pertahanan tinggi City justru menjadi senjata makan tuan. MU berulang kali melakukan run in behind untuk mengeksploitasi ruang kosong di belakang bek.

Sempat dua kali mencetak gol melalui Ahmad Diallo dan Bruno Fernandes, namun keduanya dianulir karena offside. Meski demikian, pola serangan MU menunjukkan efektivitas tinggi dibanding dominasi penguasaan bola City.

City juga kerap terlalu memadatkan satu sisi lapangan. Hal ini menciptakan ruang di sisi berlawanan yang dimanfaatkan MU lewat switch play cepat.

Transisi Cepat Berbuah Gol

Gol pembuka akhirnya lahir dari skema transisi. Berawal dari situasi bola mati yang berhasil dihalau, MU melancarkan serangan kilat. Dalam situasi empat lawan tiga, Bruno memberi umpan matang kepada Brian Bumo.

Mantan pemain Brentford itu menuntaskan peluang dengan sepakan ke pojok kiri gawang. Skor 1-0 membuat Old Trafford bergemuruh.

Sebelas menit kemudian, MU menggandakan keunggulan. Serangan dialihkan dari sisi padat ke sisi kosong. Ahmad dan Cunha membangun kombinasi sebelum mengirim crossing cepat ke kotak penalti.

Patrick Dorgu datang dari lini kedua dan menyambar bola tanpa kawalan. Skor berubah menjadi 2-0.

City mencoba merespons dengan memasukkan sejumlah pemain seperti Tijjani Reijnders dan Rayan Cherki. Intensitas serangan meningkat, tetapi pertahanan MU tetap solid.

Bahkan di penghujung laga, MU hampir menambah gol ketiga lewat skema overload. Namun gol kembali dianulir karena offside.

Baca Juga: 5 Mobil Diesel Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Masih Layak Dibeli 2025, Dari Isuzu Panther Sampai Chevrolet Spin

Start Impresif Carrick

Kemenangan ini mengangkat posisi MU ke peringkat lima klasemen sementara dengan 35 poin. Lebih dari sekadar tiga angka, hasil ini mempertegas karakter tim di bawah Carrick: disiplin, efektif, dan cepat dalam transisi.

Meski penguasaan bola kalah jauh, Manchester United menunjukkan bahwa efektivitas lebih penting daripada dominasi statistik.

Ujian berikutnya sudah menanti, yakni menghadapi Arsenal. Laga tersebut akan menjadi tolok ukur konsistensi MU dalam menjaga momentum kebangkitan mereka musim ini.

Editor : Axsha Zazhika
#pep guardiola #derby manchester #premier league #michael carrick #manchester united vs manchester city