Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

John Herdman Datang, Harus Mulai dari Nol Lagi? Pengamat Ingatkan Kunci Sukses Timnas Indonesia Ada di Kompetisi Sehat

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:55 WIB

John Herdman Datang, Harus Mulai dari Nol Lagi? Pengamat Ingatkan Kunci Sukses Timnas Indonesia Ada di Kompetisi Sehat
John Herdman Datang, Harus Mulai dari Nol Lagi? Pengamat Ingatkan Kunci Sukses Timnas Indonesia Ada di Kompetisi Sehat

BLITAR KAWENTAR-Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia memunculkan satu pertanyaan klasik: apakah setiap pergantian pelatih harus selalu dimulai dari nol?

Perdebatan itu kembali mencuat setelah Herdman resmi diperkenalkan PSSI. Sebagian kalangan menilai publik perlu lebih dewasa dalam menyikapi era baru ini, tanpa euforia berlebihan maupun ekspektasi setinggi langit.

“Setiap ganti pelatih dari nol terus, capek juga,” begitu kira-kira suara yang berkembang di kalangan pengamat. Namun di sisi lain, adaptasi tetap menjadi keniscayaan karena setiap pelatih punya selera, filosofi, dan pendekatan berbeda.

John Herdman diyakini sudah memantau perkembangan Timnas Indonesia dan kompetisi domestik sebelum menerima tawaran. Ia disebut telah menonton Liga 1 dan memetakan nama-nama yang berpotensi menjadi tulang punggung skuad Garuda.

Kunci Sukses Bukan Sekadar Pelatih

Meski pelatih memiliki peran penting, sejumlah pengamat menilai kunci keberhasilan Timnas Indonesia justru terletak pada kualitas kompetisi domestik.

Kompetisi yang sehat, jujur, terukur, dan berkualitas disebut sebagai fondasi utama membangun tim nasional kuat. Tanpa liga yang kompetitif, regenerasi dan peningkatan kualitas pemain akan sulit tercapai secara konsisten.

Dalam konteks ini, Herdman memang membawa pengalaman internasional. Namun tanpa dukungan sistem yang baik, pekerjaan rumahnya tidak akan ringan.

Jangan Terlalu Euforia

Menariknya, euforia publik saat perkenalan John Herdman dinilai tidak sebesar saat era sebelumnya. Sebagian pihak justru mengingatkan agar ekspektasi tidak terlampau tinggi.

Target seperti juara AFF 2026 tentu realistis mengingat materi pemain Indonesia saat ini cukup menjanjikan. Skuad Garuda dihuni pemain yang berkarier di luar negeri seperti Kevin Diks, Jay Idzes, Maarten Paes, Emil Audero, Justin Hubner, hingga Calvin Verdonk.

Namun pengalaman masa lalu menjadi pelajaran. Pada ajang SEA Games U-23 misalnya, Indonesia sempat difavoritkan karena materi pemain dinilai unggul, tetapi hasil di lapangan tak selalu sesuai harapan.

Hal-hal teknis kecil seperti adaptasi awal turnamen, kekompakan tim, hingga strategi pertandingan bisa menjadi faktor penentu. Artinya, kualitas individu saja tidak cukup tanpa kesiapan mental dan taktikal.

Tantangan Mengelola Karakter Pemain

Ada pandangan menarik bahwa melatih Timnas Indonesia relatif lebih mudah dibanding menangani klub besar Eropa yang penuh bintang dunia.

Karakter pemain Indonesia dinilai cenderung patuh dan mau diarahkan. Tantangannya bukan pada ego besar, melainkan bagaimana pelatih mampu memaksimalkan potensi dan menjaga konsistensi performa.

Pengalaman Herdman di level internasional menjadi modal penting. Ia terbiasa mengelola ruang ganti dengan latar belakang pemain beragam, termasuk saat membawa Kanada ke Piala Dunia 2022.

Kemampuan komunikasi dan kepemimpinan akan sangat menentukan keberhasilannya bersama Garuda.

Pelajaran dari Real Madrid

Diskusi mengenai dinamika pelatih juga menyinggung kasus di Eropa, termasuk situasi di Real Madrid. Klub raksasa Spanyol itu sempat menjadi sorotan usai performa naik turun dan isu ketidakharmonisan internal.

Dalam sepak bola modern, relasi pelatih dengan pemain dan manajemen sangat krusial. Performa buruk di satu turnamen bisa berdampak besar pada masa depan pelatih, meski secara klasemen tim tidak terlalu terpuruk.

Situasi tersebut menjadi gambaran bahwa nama besar tidak menjamin kesuksesan. Bahkan pelatih dengan reputasi tinggi pun tetap menghadapi risiko jika tidak mampu menjaga keseimbangan tim.

Optimisme Tetap Ada

Terlepas dari perdebatan, optimisme terhadap John Herdman tetap terasa. Rekam jejaknya di level dunia memberi harapan bahwa Indonesia berada di tangan yang tepat.

Yang dibutuhkan saat ini adalah kesabaran dan konsistensi. Proses membangun tim tidak bisa instan, tetapi juga tidak boleh stagnan.

Jika kompetisi domestik terus dibenahi dan manajemen tim nasional berjalan selaras, peluang Indonesia meraih prestasi lebih tinggi tetap terbuka lebar.

Kini publik menanti langkah nyata Herdman di lapangan. Era baru telah dimulai, dan ujian sesungguhnya akan terlihat saat Garuda kembali bertanding membawa harapan jutaan suporter.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Timnas Indonesia #AFF 2026 #John Herdman #kompetisi sepak bola #liga 1