Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Juara Moto3 Thailand 2026 Usai Duel Panas dan Investigasi Dramatis, Balas Dendam di Buriram Tuntas!

Axsha Zazhika • Rabu, 25 Februari 2026 | 20:00 WIB

 

Feda Ega Pratama Juara Moto3 Thailand 2026 Usai Duel Panas dan Investigasi Dramatis, Balas Dendam di Buriram Tuntas!
Feda Ega Pratama Juara Moto3 Thailand 2026 Usai Duel Panas dan Investigasi Dramatis, Balas Dendam di Buriram Tuntas!

BLITAR - Feda Ega Pratama juara Moto3 Thailand 2026 dalam balapan penuh tensi tinggi di Sirkuit Buriram, Februari 2026. Kemenangan itu bukan sekadar hasil seri pembuka, melainkan panggung pembuktian setelah rivalitas panas dengan pembalap Spanyol sejak musim sebelumnya.

Feda Ega Pratama juara Moto3 Thailand 2026 setelah melalui duel sengit 22 lap melawan Brian Uriarte. Bahkan, hasil balapan sempat masuk investigasi race direction akibat manuver agresif di tikungan terakhir.

Feda Ega Pratama juara Moto3 Thailand 2026 sekaligus menegaskan bahwa talenta Asia tak lagi bisa dipandang sebelah mata di kejuaraan dunia Moto3. Di bawah suhu 38 derajat Celsius, Buriram menjadi saksi lahirnya era baru.

Baca Juga: Hasil Liga Champions 2026 Tadi Malam: Newcastle dan Atletico Madrid Menggila, Ini Daftar Tim yang Lolos Babak 16 Besar!

Masalah Teknis dan Eksperimen Berisiko

Sebelum balapan dimulai, Honda Team Asia sempat dibuat panik. Motor Honda NSF250RW milik Feda mengalami getaran tidak wajar saat hard braking di tikungan pertama—titik pengereman terberat di Buriram.

Masalah tersebut diduga berkaitan dengan eksperimen aerodinamika terbaru berupa winglet generasi baru yang dikembangkan tim teknis di bawah arahan Hiroshi Aoyama. Perubahan geometri swing arm dan setup pengereman harus dilakukan cepat demi menyelamatkan performa.

Data telemetri juga menunjukkan kenaikan suhu mesin secara abnormal jelang kualifikasi. Tim bekerja melawan waktu untuk memastikan motor tetap kompetitif tanpa mengorbankan stabilitas.

Baca Juga: Hasil Atletico Madrid vs Club Brugge: Drama 5 Gol di Metropolitano, Gol Perdana Johnny Cardoso Bawa Los Rojiblancos ke Babak Selanjutnya!

Perang Mental di Sesi Kualifikasi

Sesi kualifikasi berlangsung penuh tekanan. Sejumlah pembalap Eropa disebut melakukan taktik slow riding untuk mengganggu momentum Feda di sektor terakhir.

Namun pembalap asal Gunungkidul itu tak terpancing. Ia justru masuk pit lebih awal dan keluar sendirian tanpa mencari slipstream—strategi yang jarang dilakukan di kelas Moto3.

Di detik terakhir, rekan setimnya Zen Mitani muncul tepat waktu memberikan towing. Strategi “shadow play” itu membuahkan hasil. Feda mencatat waktu yang cukup untuk start di barisan depan, tepat di belakang Uriarte.

Baca Juga: Daftar Tim Lolos 16 Besar Liga Champions 2026: Dominasi Inggris Tak Terbendung, Raksasa Italia Bertumbangan!

Duel Brutal 22 Lap

Balapan berlangsung dalam grup besar yang sangat rapat. Sejak start, Feda langsung terlibat duel fisik dengan Uriarte. Saling salip dan kontak ringan tak terhindarkan.

Beberapa kali Feda dipaksa melebar hingga batas track limit. Namun ia tetap menjaga ritme dan fokus. Tensi mencapai puncak di putaran terakhir.

Memasuki tikungan 12—tikungan terakhir Buriram—Feda melakukan late braking dari sisi dalam. Manuver itu terlihat sangat agresif dan memaksa Uriarte sedikit mengangkat motor untuk menghindari benturan.

Keduanya melintasi garis finis dalam jarak sangat tipis. Tribun meledak. Namun drama belum selesai.

Baca Juga: Berita Inter Milan: Kunci Scudetto Selisih 10 Poin, Nerazzurri Siap Bajak Bintang Liverpool dan Bayern Munchen demi Revolusi Skuad!

Investigasi dan Keputusan Penentu

Race direction langsung mengumumkan investigasi terhadap manuver terakhir Feda. Pihak rival mengajukan protes dengan tudingan aksi berbahaya.

Menit-menit setelah balapan menjadi momen paling menegangkan. Video ulang dan data sensor dianalisis secara detail.

Hasilnya, manuver Feda dinilai agresif namun bersih. Ia tetap berada dalam batas regulasi tanpa menyentuh lawan secara ilegal.

Keputusan final: tidak ada penalti. Feda Ega Pratama resmi juara Moto3 Thailand 2026.

Baca Juga: Kiamat di San Siro! Hasil Inter Milan vs Bodo Glimt Berujung Petaka, Raksasa Italia Terdepak Tragis dari Liga Champions

Pernyataan Era Baru

Kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan talenta Asia di pentas dunia. Setelah sempat dipandang sebelah mata saat Red Bull Rookies Cup, Feda kini berdiri sebagai pemenang seri pembuka.

Secara teknis, Honda NSF250RW juga menunjukkan peningkatan signifikan. Eksperimen aero dan penyesuaian setup terbukti mampu bersaing dengan KTM yang selama ini dominan di Moto3.

Lebih dari sekadar trofi, hasil di Buriram adalah pesan kuat bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dengan kecerdasan taktis dan mental baja.

Seri pembuka baru saja selesai, tetapi dampaknya sudah terasa. Rival Eropa kini sadar bahwa persaingan musim 2026 tak lagi berjalan satu arah.

Feda Ega Pratama juara Moto3 Thailand 2026 dan membuka lembaran baru. Jika konsistensi terjaga, bukan tidak mungkin namanya akan terus menjadi ancaman serius di setiap seri berikutnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Feda Ega Pratama #buriram #Honda NSF250RW #Brian Uriarte #Moto3 Thailand 2026