Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persib vs Persija 1-0, Menang Memang, Tapi Apakah Maung Bandung Kehilangan Identitasnya ?

Muhamad Ahsanul Wildan • Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:50 WIB

 

Persib vs Persija 1-0 picu pro kontra. Menang, tapi apakah gaya pragmatis Persib mengikis identitas Maung Bandung?
Persib vs Persija 1-0 picu pro kontra. Menang, tapi apakah gaya pragmatis Persib mengikis identitas Maung Bandung?

BLITAR KAWENTAR - Hasil Persib vs Persija pada 11 Januari 2026 memang manis di papan skor.

Kemenangan 1-0 memastikan Maung Bandung mengunci puncak klasemen paruh musim dengan 38 poin.

Namun, di balik tiga poin itu, muncul pertanyaan besar: apakah Persib masih bermain sebagai Persib?

Dalam laga Persib vs Persija di GBLA, permainan tuan rumah jauh dari kata atraktif. Dominasi bola dibiarkan ke Persija.

Maung Bandung lebih banyak bertahan, menunggu, dan sesekali menyengat lewat serangan balik.

Strategi ini identik dengan pendekatan Bojan Hodak yang dikenal pragmatis.

Dari Atraktif ke Kalkulatif

Bobotoh selama ini mengenal Persib sebagai tim menyerang. Operan pendek, permainan terbuka, dan tekanan tinggi menjadi ciri khas.

Namun di era Hodak, semuanya berubah. Persib lebih memilih low block ekstrem. Mereka menutup ruang, bukan mengejar bola.

Statistik menunjukkan penguasaan bola hanya 38 persen. Bagi sebagian penggemar, ini bukan wajah Maung Bandung yang mereka rindukan.

Inspirasi dari Jose Mourinho terasa jelas. Filosofi bertahan rapat lalu menyerang cepat menjadi dasar permainan.

Baca Juga: Kabar Baik Persib Bandung: Marc Klok Comeback, Maung Bandung Siap Terkam Madura United di GBLA!

Efisiensi yang Kejam

Gol cepat Beckham Putra lahir dari skema direct play. Umpan panjang, kesalahan bek, selesai.

Peran Marc Klok dan Eliano Reijnders sangat vital dalam menjaga keseimbangan. Mereka memutus serangan, bukan membangun kreativitas.

Ketika Persija kehilangan satu pemain akibat kartu merah, Persib tetap menunggu. Tidak ada ambisi menambah gol. Tidak ada pesta serangan.

Pragmatis? Ya. Efektif? Jelas.

Namun apakah itu cukup untuk menjaga identitas klub sebesar Persib?

Dua Kubu Bobotoh

Media sosial memanas usai Persib vs Persija. Ada yang bangga dengan mentalitas juara. Ada pula yang kecewa karena merasa kehilangan hiburan.

Sepak bola memang tentang menang. Tetapi sepak bola juga tentang identitas, gaya, dan kebanggaan.

Mauricio Souza menyebut laga itu bukan sepak bola sesungguhnya. Kritik keras muncul dari berbagai sudut.

Tetapi sejarah hanya mencatat juara. Tidak ada kolom khusus untuk tim paling atraktif.

Persib kini berada di persimpangan jalan. Mereka memimpin klasemen dengan fondasi beton.

Pertanyaannya, apakah fondasi itu cukup kuat untuk membawa trofi, atau justru mengikis karakter yang selama ini dibanggakan ?

Putaran kedua Liga 1 akan menjadi jawabannya. Jika trofi datang, semua kritik akan hilang. Jika gagal, gaya pragmatis ini akan menjadi bahan evaluasi besar.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Persib vs Persija #Taktik Pragmatik #liga 1 indonesia #bojan hodak #persib bandung