BLITAR KAWENTAR - Laga Persija vs Borneo FC pada pekan ke-24 BRI Super League berlangsung sengit sejak menit awal.
Pertandingan yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) tersebut menghadirkan duel intens dua tim papan atas, namun berakhir tanpa gol di babak pertama meski kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persija Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu tampil agresif dan berusaha menekan pertahanan Borneo FC sejak menit-menit awal pertandingan.
Baru dua menit laga berjalan, pemain asing Persija, Alano, langsung mengancam melalui tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Sepakan kerasnya meluncur deras ke arah gawang, namun bola masih melenceng dan gagal membahayakan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.
Duel Intens di Awal Pertandingan
Tidak ingin berada di bawah tekanan, Borneo FC langsung merespons. Pada menit keempat, Juan Villa mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan jarak jauh yang mengarah ke gawang Persija.
Namun, kiper Persija Andritany Ardhiyasa tampil sigap. Ia berhasil menepis bola dengan refleks cepat dan menggagalkan peluang awal tim tamu.
Persija kembali mendapatkan peluang emas pada menit kesembilan. Gustavo melakukan penetrasi cepat sebelum mengirim umpan terobosan kepada Maxwell yang berada di posisi berbahaya.
Sayangnya, Maxwell gagal mengontrol bola dengan sempurna meski berada sangat dekat dengan gawang. Kesempatan emas itu pun terbuang begitu saja.
Dua menit kemudian, Alano kembali mengancam. Kali ini ia melepaskan sepakan dari dalam kotak penalti dalam ruang sempit.
Namun Nadeo Argawinata menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kiper terbaik di liga dengan melakukan penyelamatan gemilang.
Peluang Terbuang dan Tensi Memanas
Pertandingan Persija vs Borneo FC semakin memanas ketika terjadi benturan kepala antara Tales dan Obi saat berebut bola udara.
Insiden tersebut sempat memicu adu mulut di lapangan, namun wasit berhasil meredakan situasi.
Pada menit ke-18, Persija kembali mendapat peluang emas. Maxwell berhasil lolos dari pengawalan dan berhadapan langsung dengan Nadeo dalam situasi satu lawan satu.
Publik JIS sempat berdiri menanti gol pembuka. Namun Maxwell kembali gagal memanfaatkan peluang setelah tendangannya melambung tipis di atas mistar gawang.
Kesalahan nyaris fatal juga sempat terjadi pada menit ke-35. Andritany melakukan kesalahan distribusi bola yang dimanfaatkan pemain Borneo FC, Obi, untuk langsung melepaskan tembakan.
Beruntung bagi Persija, Andritany mampu menebus kesalahannya dengan penyelamatan cepat menggunakan kaki.
Hingga tambahan waktu satu menit di akhir babak pertama, tidak ada gol yang tercipta. Skor Persija vs Borneo FC tetap bertahan 0-0 saat turun minum.
Bung Binder Kritik Efektivitas Persija
Pengamat sepak bola nasional Bung Binder memberikan analisis tajam usai menyaksikan pertandingan tersebut.
Menurutnya, Persija sebenarnya tampil agresif dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun, penyelesaian akhir para pemain dinilai masih menjadi masalah utama.
“Secara peluang Persija punya beberapa kesempatan emas, tapi penyelesaian akhirnya kurang tenang. Maxwell sudah one on one tapi tidak bisa memaksimalkan,” ujar Bung Binder.
Ia juga menyoroti bagaimana Borneo FC mampu beberapa kali mengancam melalui transisi cepat.
Menurutnya, detail kecil seperti kesalahan distribusi bola bisa menjadi faktor penentu dalam pertandingan.
Dibandingkan dengan Persib Bandung
Bung Binder bahkan membandingkan performa Persija musim ini dengan rival abadinya, Persib Bandung.
Menurutnya, Maung Bandung tampil jauh lebih matang dari sisi taktik maupun efektivitas permainan.
“Kalau bicara objektif, Persib sekarang satu level di atas Persija. Mereka lebih disiplin, lebih efektif, dan tahu kapan harus mempercepat tempo,” katanya.
Ia menilai Persib memiliki organisasi permainan yang lebih solid dan jarang melakukan kesalahan elementer di area pertahanan.
Meski begitu, Bung Binder tetap mengapresiasi semangat juang pemain Persija yang dinilai terus menunjukkan progres.
“Persija punya potensi besar, stadion megah dan dukungan suporter luar biasa. Tinggal meningkatkan konsistensi dan efektivitas,” pungkasnya.
Editor : Anggi Septian A.P.