Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jakarta LavAni Datangkan Dimas Saputra Jelang Final Four Proliga 2026, Apakah Otomatis Jadi Juara ? Ini Analisis Peluangnya

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 6 Maret 2026 | 18:20 WIB

Jakarta LavAni datangkan Dimas Saputra jelang Final Four Proliga 2026. Apakah langkah ini cukup untuk mengunci gelar juara?
Jakarta LavAni datangkan Dimas Saputra jelang Final Four Proliga 2026. Apakah langkah ini cukup untuk mengunci gelar juara?

BLITAR KAWENTAR - Jakarta LavAni membuat langkah mengejutkan menjelang Final Four Proliga 2026 dengan mendatangkan opposite hitter nasional Dimas Saputra. Perekrutan ini langsung memicu perbincangan di kalangan pecinta voli tanah air.

Banyak yang bertanya, apakah kehadiran Dimas Saputra di Jakarta LavAni otomatis membuat tim tersebut menjadi favorit juara Proliga 2026?

Meski dianggap sebagai salah satu opposite terbaik di Indonesia, bergabungnya Dimas ternyata belum tentu menjadi jaminan LavAni akan mengunci gelar juara.

Ada beberapa faktor penting yang bisa memengaruhi peluang tim tersebut di babak Final Four.

Persiapan Dimas Saputra Dinilai Masih Minim

Faktor pertama berkaitan dengan waktu persiapan yang relatif singkat. Dimas Saputra diketahui tidak bermain bersama tim mana pun pada fase reguler Proliga 2026.

Bahkan di media sosial sempat beredar konten yang memperlihatkan Dimas lebih sering bermain di turnamen tarkam.

Situasi ini membuatnya hanya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk beradaptasi dengan skuad Jakarta LavAni.

Adaptasi tersebut tidak hanya soal membangun chemistry dengan pemain lain seperti Giyul Fikri dan rekan-rekannya. Dimas juga harus memahami strategi baru yang diterapkan pelatih LavAni.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena pelatih LavAni saat ini berbeda dengan sebelumnya.

Artinya, sistem permainan maupun game plan yang diterapkan juga kemungkinan besar mengalami perubahan.

Meski demikian, pengalaman Dimas yang pernah memperkuat LavAni di masa lalu bisa menjadi modal penting untuk mempercepat proses adaptasi tersebut.

Persaingan dengan Pemain Asing

Alasan kedua yang membuat LavAni belum tentu otomatis juara adalah persaingan di posisi opposite hitter.

Saat ini, LavAni sudah memiliki pemain asing bernama Nato di posisi tersebut. Dalam banyak tim Proliga, pemain asing biasanya mendapatkan prioritas sebagai pemain inti.

Artinya, Dimas harus bekerja keras jika ingin mendapatkan tempat utama di tim.

Di musim-musim sebelumnya, Dimas juga pernah bersaing dengan pemain asing lain di posisi yang sama.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ia termasuk opposite berpengalaman, persaingan tetap tidak mudah.

Dalam penilaian banyak pengamat voli, Dimas memang masuk dalam jajaran opposite hitter terbaik di Indonesia.

Namun sebagian voli mania menilai posisi terbaik saat ini masih dipegang oleh Rivan Nurmulki.

Selain Rivan, nama Rama Faza Fauzan dari Surabaya Samator juga dianggap sebagai salah satu opposite terbaik di kompetisi nasional.

Fakta bahwa Dimas tidak masuk skuad timnas Indonesia pada musim kompetisi terakhir juga menjadi catatan tersendiri.

Ancaman dari Jakarta Bhayangkara Presisi

Selain faktor internal, peluang juara LavAni juga sangat bergantung pada kekuatan tim pesaing, terutama Jakarta Bhayangkara Presisi.

Tim ini dikenal memiliki tradisi mendatangkan pemain asing kelas dunia menjelang Final Four.

Pada Proliga 2025 misalnya, Bhayangkara mendatangkan King Leo Leiva dan Kell Russell, dua pemain yang berperan besar dalam membawa tim tersebut meraih gelar juara.

Bahkan pada musim sebelumnya mereka juga sempat merekrut Noumori Keita, pemain yang kualitasnya diakui di level internasional.

Dengan rekam jejak tersebut, banyak pihak memprediksi Bhayangkara kembali akan mendatangkan pemain asing kelas A menjelang Final Four Proliga 2026.

Jika hal itu terjadi, maka persaingan menuju gelar juara dipastikan semakin sengit.

Final Four Jadi Pertarungan Sebenarnya

Dalam kompetisi Proliga, fase reguler sering dianggap hanya sebagai pemanasan bagi tim-tim kuat.

Pertarungan sesungguhnya justru terjadi di babak Final Four dan final.

Hal ini terbukti pada musim sebelumnya ketika LavAni tampil dominan di fase reguler, namun akhirnya gagal juara setelah dikalahkan Bhayangkara Presisi di partai puncak.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kekuatan tim, mental bertanding, serta strategi pelatih akan sangat menentukan hasil akhir.

Dengan tambahan Dimas Saputra, Jakarta LavAni memang mendapat suntikan kekuatan baru.

Namun apakah itu cukup untuk mengalahkan Bhayangkara Presisi, Garuda Jaya, atau Surabaya Samator di Final Four Proliga 2026, masih menjadi tanda tanya besar.

Persaingan menuju gelar juara dipastikan akan menjadi salah satu tontonan paling menarik bagi penggemar voli Indonesia musim ini.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Jakarta Bhayangkara Presisi #final four proliga #Jakarta LavAni #proliga 2026 #dimas saputra