Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Razia di Lapas Kelas II B Blitar, Penghuni Masih Simpan Benda Terlarang Ini!

M
DIPERIKSA: Salah satu petugas razia gabungan saat mengecek salah satu blok  penghuni Lapas Kelas II B Blitar.
DIPERIKSA: Salah satu petugas razia gabungan saat mengecek salah satu blok penghuni Lapas Kelas II B Blitar.

Blitar — Berbagai barang terlarang ditemukan petugas gabungan dalam razia di blok hunian lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Blitar.


Advertisement

Barang-barang hasil temuan ini langsung disita dan diamankan oleh petugas.

Dalam razia tersebut, selain mengecek berbagai barang bawaan para penghuni, juga dilakukan tes urine secara acak pada penghuni lapas.

Razia ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban, serta mencegah penyalahgunaan narkoba, penipuan, dan praktik judi online di dalam lapas.

Advertisement

Razia tersebut melibatkan personel gabungan dari Polres Blitar Kota, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar. 

Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Romi Novitrion menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi menteri imigrasi dan pemasyarakatan yang bertujuan untuk memperketat pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

“Razia ini bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, penyalahgunaan narkoba, serta penipuan dan judi online yang sedang ramai terjadi, khususnya melalui ponsel,” ungkapnya kepada Koran ini, Kamis (7/11).

Advertisement

Dalam razia ini, jelas dia, petugas menyisir blok hunian warga binaan dengan fokus utama mencari ponsel yang dianggap sebagai sumber utama masalah di dalam lapas.

Meski tidak ditemukan ponsel, petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang lainnya seperti radio, kartu remi, parfum, paku, korek api, dan pisau cukur.

Barang-barang tersebut kemudian disita karena melanggar peraturan yang berlaku di lapas.

“Kami menemukan beberapa barang yang dilarang. Meskipun tidak tergolong pelanggaran berat seperti ponsel atau narkoba, tapi kami tetap memberikan teguran kepada warga binaan yang membawa barang-barang tersebut,” tandasnya.

Selain razia, petugas juga melakukan tes urine secara acak kepada 60 warga binaan yang ditentukan oleh BNN.

Hasil dari tes urine menunjukkan bahwa seluruh warga binaan yang diuji negatif narkoba.

“Kami bersyukur karena hasil tes urine semuanya negatif. Ini menunjukkan bahwa tidak ada penyalahgunaan narkoba di antara warga binaan yang diuji,” bebernya.

Dengan razia dan tes urine ini, dia berharap dapat mencegah gangguan keamanan serta meningkatkan ketertiban di dalam lapas.

“Langkah-langkah pengawasan akan terus diperketat untuk memastikan kondisi di dalam lapas tetap aman dan terkendali,” pungkasnya. (ham/c1/ady)

Advertisement
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila

Artikel Terkait

Putra Sang Fajar FC Skuad Diisi Talenta Muda Blitar Raya  , Incar Championship 

Putra Sang Fajar FC Skuad Diisi Talenta Muda Blitar Raya , Incar Championship 

Peta persepakbolaan nasional kini menyambut kehadiran armada baru yang berakar kuat dari Tanah Proklamator. Mengusung identitas historis, Putra Sang Fajar FC lahir Juni 2026 itu kini berkandang di Stadion Supriyadi sela

Polisi Siapkan Tes DNA, Usut Dugaan Pencabulan Anak oleh Pria 74 Tahun di Blitar

Polisi Siapkan Tes DNA, Usut Dugaan Pencabulan Anak oleh Pria 74 Tahun di Blitar

Polres Blitar siapkan tes DNA untuk mengusut dugaan pencabulan anak 17 tahun oleh pria 74 tahun yang kini tengah hamil.

Tingkatkan Usaha Bengkel Difabel, MPM Honda Jatim Terus Lakukan Pendampingan Berkelanjutan

Tingkatkan Usaha Bengkel Difabel, MPM Honda Jatim Terus Lakukan Pendampingan Berkelanjutan

Melalui kolaborasi dengan Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI), MPM Honda Jatim turut menghadirkan pelatihan keterampilan teknis yang melibatkan AHASS dan SMK TBSM binaan MPM Honda Jatim.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer