Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soto Daging dan Air Mata, Kisah Haru Kunjungan Lebaran di Lapas Blitar

F
Siti Komariah saat bersalaman dengan anaknya yang sedang menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIb Blitar.
Siti Komariah saat bersalaman dengan anaknya yang sedang menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIb Blitar.

Advertisement

 

Blitar - Idul fitri menjadi momen melepas rindu yang cocok untuk semua masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIb Blitar. Pihaknya selama 4 hari idul fitri, melakukan kunjungan khusus bagi keluarga yang ingin bertemu keluarganya di balik jeruji besi.

Terbukti, pada hari pertama kunjungan pada Sabtu, (21/3) terdapat 400 pengunjung ke Lapas Kelas IIb Blitar. Jumlah itu terbagi dalam dua sesi, pagi yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB. Lalu untuk siang, mulai pukul 13.30 WIB hingga 14.30 WIB.

Advertisement

Momen haru itu tercurahkan ketika keluarga bertemu WBP di Aula Lapas Kelas IIb Blitar. Mereka berpelukan, mengobrol, dan menyantap makan bersama sembari memupuk rindu. Karena, keduanya hanya diberikan waktu 15 menit saja untuk menciptakan momen bersama.

Hal itu sama seperti yang dirasakan oleh Siti Komariah, yang membesuk anak laki-lakinya di balik hotel prodeo tersebut. Dia menangis haru ketika bertemua sang buah hati yang dipenjara dan ini kali keduanya merayakan idul fitri bersama di lapas.

Advertisement

“ Saya senang sekali bertemu anak saya, terharu dan tak bisa mengungkakan. Kali ini saya berkunjung lebih luas tempatnya, berbeda dengan tahun lalu, sehingga bisa leluasa mengobrol dengan anak,” ujar Siti, yang ditemui saat menjenguk anaknya hingga meneteskan air mata.

Dia melanjutkan, dalam kesempatan itu Siti membawakan kue cake, nasi dan soto daging yang merupakan favorit anaknya bernama Bayu Setiawan. Masakan itu yang membuat sang anak juga kangen dengan ibunya.

Mata Siti terlihat merah dan sembab, karena selama bertemu dengan Bayu banyak menangis. Dia tidak sabar menantikan momen kebersamaa dengan anaknya di rumah dan ingin bisa lebih baik lagi, usai keluar lapas.

“ Saya harap anak saya bisa lebih baik lagi dan terhindar dari hal-hal negative lagi, agar tidak terjerumus di penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, Bayu menyebut kangen dengan ibunya. Bahkan sengaja meminta untuk dibawakan soto daging, untuk dimakan bersama dengan orang tuanya. Meskipun begitu, dia merasa sedih karena sudah dua kali idul fitri tidak bersama keluarganya.

Advertisement

Artikel Terkait

Polisi Siapkan Tes DNA, Usut Dugaan Pencabulan Anak oleh Pria 74 Tahun di Blitar

Polisi Siapkan Tes DNA, Usut Dugaan Pencabulan Anak oleh Pria 74 Tahun di Blitar

Polres Blitar siapkan tes DNA untuk mengusut dugaan pencabulan anak 17 tahun oleh pria 74 tahun yang kini tengah hamil.

Tingkatkan Usaha Bengkel Difabel, MPM Honda Jatim Terus Lakukan Pendampingan Berkelanjutan

Tingkatkan Usaha Bengkel Difabel, MPM Honda Jatim Terus Lakukan Pendampingan Berkelanjutan

Melalui kolaborasi dengan Disabilitas Motorcycle Indonesia (DMI), MPM Honda Jatim turut menghadirkan pelatihan keterampilan teknis yang melibatkan AHASS dan SMK TBSM binaan MPM Honda Jatim.

Kasus Pembuangan Bayi di Blitar, Dinsos Kabupaten Bergerak Cepat Lakukan Hal Ini

Kasus Pembuangan Bayi di Blitar, Dinsos Kabupaten Bergerak Cepat Lakukan Hal Ini

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blitar memastikan tidak lagi melanjutkan proses penampungan bayi karena statusnya tidak lagi masuk kategori anak terlantar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer