Dampak Wabah PMK, Pedagang Daging Sapi di Blitar Keluhkan Penjualan Sepi

BLITAR KAWENTAR - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Blitar mengalami kenaikan pasca-Lebaran.
Namun, di balik kenaikan harga tersebut, para pedagang justru mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Promo Toyota Calya 2026 Jelang Lebaran Bikin Kaget, Harga Mulai Rp100 Jutaan, DP Cuma Rp20 Juta
Salah satu pedagang daging di Pasar Templek, Titik Sunarti mengatakan, kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis daging. Kenaikan terjadi sekitar 4 persen.
“Kalau daging kelas satu sekarang Rp 135 ribu per kilo, sebelumnya Rp 130 ribu. Untuk kelas dua dari Rp 120 ribu naik jadi Rp 125 ribu,” ujarnya, kemarin (12/4).
Baca Juga: Promo Toyota Calya 2026 Masih Gila Setelah Lebaran! Cicilan Mulai Rp1,6 Jutaan, Diskon Tetap Jalan
Meski harga naik, penjualan tidak ikut terdongkrak.
Bahkan, menurutnya, kondisi pasar cenderung sepi dibanding hari-hari biasa.
Baca Juga: Promo Toyota Calya 2026 Masih Gila Setelah Lebaran! Cicilan Mulai Rp1,6 Jutaan, Diskon Tetap Jalan
Artinya, daya beli masyarakat justru menurun.
“Kalau dulu setiap hari bisa potong, sekarang bisa tiga hari baru habis. Kadang masih sisa 25 sampai 30 kilogram,” katanya.
Meski masih ada sisa, dia memastikan kualitas daging tetap terjaga karena pasokan diambil dari rumah potong hewan (RPH). Baginya, kualitas tetap diutamakan.



