Kisah Pemuda di Blitar Lulusan Teknik Tekuni Dunia Peternakan Ayam Petelur hingga Sapi Kurban

BLITAR KAWENTAR - Di balik keberhasilan Sapi Sadewo dibeli tim presiden untuk jadi hewan kurban bantuan masyarakat, tersimpan perjalanan panjang yang penuh risiko.
Mulai dari jatuh bangun usaha peternakan, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), hingga dampak pandemi Covid-19 yang nyaris menggerus usaha keluarga tersebut.
Aroma rumput kering bercampur suara sapi terdengar dari kandang milik keluarga Nasih di Desa Jeblog, Kecamatan Talun.
Di tempat itulah, sapi Simental bernama Sadewo tumbuh hingga berbobot lebih dari 1 ton dan akhirnya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden RI.
Aziz Yasir Naufal, putra Nasir, mengisahkan bahwa dunia peternakan sebenarnya bukan warisan utama keluarganya.
Sang kakek dulu memelihara sapi hanya sebagai tabungan keluarga petani.
”Dulu sapi itu bukan untuk bisnis. Kalau butuh uang baru dijual. Kakek saya justru petani, jadi sapi hanya simpanan atau untuk investasi jangka panjang,” ujar Naufal.
Dia melanjutkan, usaha peternakan modern justru dirintis ayahnya yang berlatar belakang pendidikan teknik sipil.
Awalnya, keluarga lebih fokus pada peternakan ayam.
Namun, perubahan iklim yang mulai terasa sejak 2015 membuat usaha unggas semakin sulit diprediksi.



