Bansos Terbaru 2026: PKH Cair Dua Kali di Agustus, Ini Penjelasannya

JAKARTA - Bansos terbaru 2026 kembali menjadi perhatian setelah sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan pencairan bantuan PKH dua kali selama Agustus. Namun, pencairan tersebut bukan berarti PKH tahap 3 dibayarkan dua kali.
Informasi dalam video yang dipublikasikan pada 17 Agustus 2026 itu menjelaskan perkembangan pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT untuk tahap ketiga atau alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Hingga saat itu, pencairan PKH disebut sudah berlangsung melalui sejumlah bank penyalur.
Bank yang ramai dilaporkan menyalurkan PKH antara lain BNI, Mandiri, dan BRI. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) di Provinsi Aceh juga mulai melakukan pencairan, meski disebut belum seramai bank penyalur lainnya.
Bagi KPM di Aceh yang belum menerima bantuan, masyarakat diimbau untuk bersabar dan melakukan pengecekan secara berkala. Dalam informasi tersebut disebutkan sudah ada KPM yang menerima bansos tahap 3, tetapi pencairan secara keseluruhan masih berlangsung secara bertahap.
Pencairan PKH dan BPNT Masih Berlangsung
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam video, pencairan PKH disebut telah diterima lebih dari 7 juta KPM. Sementara BPNT disebut telah menjangkau lebih dari 12 juta KPM.
Angka tersebut masih berada di bawah kuota yang disebutkan dalam video, yakni sekitar 10 juta KPM untuk PKH dan 18,8 juta KPM untuk BPNT. Karena itu, masih terdapat KPM yang memenuhi kriteria tetapi belum menerima pencairan.
Untuk BPNT tahap 3 tahun 2026 dengan nominal Rp600.000, informasi yang disampaikan menyebutkan pencairan saat video dibuat masih sangat minim. Belum ada laporan pencairan secara masif yang diterima atau dibagikan oleh KPM.
KPM juga diminta tidak langsung mempercayai informasi mengenai saldo Rp600.000 yang beredar di media sosial. Sebab, saldo dengan nominal tersebut dapat merupakan pencairan PKH tahap 3, bukan BPNT.
Dalam penjelasan video, nominal Rp600.000 pada PKH dapat berasal dari komponen tertentu, seperti satu orang lansia, satu orang penyandang disabilitas berat, atau gabungan komponen anak sekolah SD dan SMP.
KPM disarankan memantau rekening bantuan secara berkala melalui ATM maupun layanan perbankan seperti mobile banking. Status penerima yang sudah masuk tahap siap salur disebut masih berpeluang mengalami pencairan berikutnya.



