Satgas Pangan Kota Blitar Gerilya Sidak Pasar, Harga Beras Masih di Bawah HET

BLITAR KAWENTAR – Satgas Pangan Polres Blitar Kota terus memperketat pengawasan harga dan mutu beras di sejumlah titik di Kota Blitar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan beras di pasaran tetap aman. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Satgas Pangan Kota Blitar melakukan pengecekan secara berjenjang dengan menyasar tiga mata rantai distribusi beras. Pengawasan dilakukan mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang di pasar tradisional. Dari seluruh lokasi yang didatangi, petugas tidak menemukan beras yang dijual melebihi HET.
Ketua Satgas Pangan Polres Blitar Kota AKP Rudy Kuswoyo mengatakan, pengawasan diperlukan untuk menjaga kestabilan harga beras di tengah kenaikan harga bahan baku. Menurutnya, pengecekan dilakukan untuk memastikan harga yang diterima masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Baca Juga: 29 SPPG di Kota Blitar Jadi Sorotan, Satgas MBG Perketat Pengawasan Penyediaan Makanan
Pengawasan Dimulai dari Penggilingan Padi
Kegiatan pengawasan berlangsung Senin (7/9) mulai sekitar pukul 10.00. Petugas gabungan lebih dulu mendatangi penggilingan padi UD Merpati Jaya di Jalan Cilincing, Kecamatan Kepanjenkidul. Setelah itu, pengecekan dilanjutkan ke Toko 12 di Jalan Tanjung, Kecamatan Sukorejo, serta Kios Bu Katini di Pasar Templek, Jalan Kacapiring, Kecamatan Kepanjenkidul.
Di UD Merpati Jaya, petugas mendapati aktivitas produksi penggilingan padi sedang berhenti sementara. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar satu minggu. Penghentian produksi terjadi akibat kenaikan harga bahan baku berupa pecah kulit (PK).
Baca Juga: Groundbreaking Hunian Terjangkau, Ketua Satgas Perumahan RI Sampaikan Dukungan Sertipikasi Gratis
Meski tidak sedang melakukan produksi, penggilingan tersebut masih memiliki stok beras merek Baru Muncul. Produk itu dijual dengan harga Rp 14.800 per kilogram dan didistribusikan ke wilayah Kabupaten Blitar, terutama kepada pedagang kecil.
Rudy menyebut harga beras yang ditemukan di tingkat produsen tersebut masih berada di bawah HET. Kondisi itu menjadi salah satu indikator bahwa harga beras di tingkat produsen hingga saat pengecekan masih terkendali.
Harga Beras di Distributor dan Pasar Masih Terkendali
Pengawasan kemudian berlanjut ke tingkat distributor. Di Toko 12, petugas menemukan dua merek beras premium yang dijual dengan harga relatif stabil. Beras merek Bunga Sakura dibanderol Rp 14.750 per kilogram, sedangkan merek Mana Lagi dijual Rp 14.800 per kilogram. Kedua harga tersebut masih berada di bawah HET.



