Tungku Api Belum Padam Sempurna, Rumah Warga Selorejo Terbakar Saat Ditinggal Melayat

BLITAR KAWENTAR – Rumah milik Darmiati, 50, warga Dusun Dawung, Desa Olak Alen, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, terbakar pada Senin (14/9) pagi. Kebakaran rumah tersebut diduga terjadi akibat kelalaian setelah pemilik meninggalkan tungku api di dapur dalam kondisi belum padam sempurna.
Peristiwa kebakaran rumah itu bermula ketika Darmiati menyalakan api di tungku atau luweng dapur sekitar pukul 06.30 WIB. Tungku tersebut menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar. Setelah menyalakan api, Darmiati kemudian meninggalkan rumah.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Darmiati pergi melayat ke rumah tetangga. Saat itu, api di tungku diduga masih belum padam sempurna. Kondisi tersebut kemudian memicu kebakaran rumah hingga bagian dapur dan atap bangunan terbakar.
Baca Juga: Libur Maulid Nabi 2026 Dongkrak Mobilitas Penumpang Kereta Api, Puluhan Ribu Orang Bepergian Lewat D
Kepulan Asap Terlihat dari Rumah
Sekitar satu jam kemudian, Nurul Efendi, 58, melihat kepulan asap yang berasal dari rumah Darmiati. Saksi kemudian segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi rumah.
Setibanya di lokasi, Nurul mendapati bagian atap dapur rumah sudah terbakar. Melihat api mulai membesar, dia langsung meminta pertolongan warga sekitar.
Ketua RT setempat, Prawito, 58, turut membantu penanganan awal. Dia kemudian menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar untuk meminta bantuan petugas.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, petugas gabungan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api.
Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Teddy Prasojo, mengatakan petugas berusaha memutus rantai api agar kobaran tidak menjalar ke bangunan di sekitar rumah.
“Dalam waktu satu jam api berhasil dipadamkan berkat kerja sama Muspika setempat dibantu warga sekitar lokasi kejadian. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” jelas Teddy.



