GMB Ancam Turun Jalan Lagi soal Limbah PT Greenfields di Blitar, Begini Respon Bupati

BLITAR KAWENTAR - Gelombang warga yang memprotes dugaan pencemaran limbah peternakan PT Greenfields Indonesia masih berlanjut.
Bahkan, audiensi antara Gerakan Masyarakat Blitar (GMB), perwakilan warga Ngadirenggo, PT Greendfield, dan Pemkab Blitar digelar di Kantor Bupati di Kanigoro beberapa waktu lalu.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari 2 jam itu masih belum menemui titik terang. Dalam pertemuan itu, Bupati Blitar Rijanto tak menyangka bila pencemaran limbah pabrik susu itu masih terjadi hingga sekarang. Namun belum ada solusi dari pihak Greenfield.
Baca Juga: Percasi Kota Blitar Batal Bawa Sengketa ke BAKI Terkait Hibah KONI Kota Belum Cair, Ini Alasannya
Koordinator Gerakan Masyarakat Blitar (GMB), Mariyono Setyo Budi, tidak akan menghentikan langkah pengawalan hingga persoalan pencemaran sungai, masalah Crporate Social Responsibility (CSR), penyerapan tenaga kerja lokal, hingga perizinan dituntaskan secara menyeluruh.
Masyarakat mendesak penanganan konkret lantaran bukti-bukti baru terkait pembuangan limbah kotoran sapi ke aliran sungai masih terus ditemukan di lapangan.
Aksi protes warga berakar dari keresahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Bahkan, langkah gugatan kelompok (class action) telah dimenangkan warga di pengadilan sejak 2021 lalu, tetapi pelaksanaan eksekusi keputusan di lapangan dinilai masih melempem.
"Tuntutan kami terkait pencemaran limbah, CSR, tenaga kerja, dan perizinan tidak akan berhenti sampai ini clear. Silakan kalau mau berinvestasi dan berusaha, tapi jangan membuang limbah sembarangan. Kami tunjukkan bukti video rekaman baru bahwa buangan limbah di hulu wilayah Gembong itu masih terjadi hingga Juni lalu," ujarnya.
Fakta ditemukannya rekaman pembuangan limbah terbaru tersebut sempat mengejutkan Bupati Blitar dalam forum audiensi bersama unsur forkopimda.
Sebab, pimpinan daerah mengira praktik pembuangan limbah sembarangan tersebut hanya terjadi pada masa lalu.


