Antrean Pertalite di Blitar Mengular 4 Hari, 8.000 Liter Habis dalam 10 Jam

JAKARTA - Antrean Pertalite di Blitar, Jawa Timur, mengular hingga mendekati jalan raya akibat meningkatnya jumlah pembeli dalam sepekan terakhir. Di SPBU Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, antrean kendaraan dilaporkan berlangsung selama tiga hingga empat hari berturut-turut. Meski pasokan Pertalite disebut tetap mencapai 8.000 liter per hari, stok bisa habis hanya dalam waktu sekitar 10 jam. Kondisi ini membuat pengendara harus mengantre panjang demi mendapatkan bahan bakar bersubsidi dengan harga lebih terjangkau.
Antrean Pertalite di Blitar Mengular hingga Jalan Raya
Antrean panjang kendaraan terlihat di SPBU wilayah Garum pada Selasa, 13 Oktober 2026. Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di kawasan Blitar Raya selama sepekan terakhir.
Baca Juga: Taspen Oktober 2026, Ada 3 Komponen dalam Pembayaran Pensiunan
Sejumlah pengendara mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite di beberapa SPBU, terutama di jalur Wlingi hingga Talun. Ketika stok tersedia, masyarakat harus bersabar mengantre. Sementara itu, ketika persediaan habis, mereka terpaksa mencari alternatif bahan bakar lain.
Herdia Anisa, warga Desa Plumbungan, Kecamatan Doko, mengatakan beberapa SPBU di wilayah tersebut kerap kehabisan Pertalite. Kondisi itu membuat perjalanan masyarakat menjadi kurang praktis karena pengisian bahan bakar membutuhkan waktu lebih lama.
Meski demikian, banyak pengendara tetap memilih Pertalite apabila tersedia. Harga yang relatif lebih murah dibandingkan Pertamax menjadi alasan utama masyarakat bertahan di antrean panjang.
Mereka berharap pasokan bahan bakar tersebut kembali normal sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengisi bahan bakar kendaraan.
Stok 8.000 Liter Habis dalam 10 Jam
Pengawas SPBU Bence Garum, Yulianto, menjelaskan antrean panjang mulai terjadi sekitar tiga hingga empat hari terakhir. Menurut dia, pasokan Pertalite ke SPBU tersebut masih berjalan setiap hari dengan jumlah sekitar 8 kiloliter atau 8.000 liter.
Namun, tingginya jumlah pembeli membuat persediaan yang tersedia lebih cepat habis dibandingkan kondisi normal.
Dalam situasi tersebut, stok Pertalite sebanyak 8.000 liter dapat habis dalam waktu sekitar 10 jam sejak proses penjualan berlangsung. Kondisi ini menunjukkan tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan bakar tersebut di tengah kesulitan memperoleh pasokan di sejumlah lokasi.
Yulianto mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah pembeli. Meski demikian, pihak SPBU tetap berupaya melayani masyarakat sekaligus mengendalikan antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas.



