Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasokan Pertalite Blitar Turun hingga Separuh, Antrean SPBU Mengular dan Polisi Dalami SOP Penjualan

N
Penulis: Noormalady Usman❯
PANTAU DISTRIBUSI BBM : Kondisi penyaluran bahan bakar minyak di salah satu SPBU di wilayah Kota Blitar.
PANTAU DISTRIBUSI BBM : Kondisi penyaluran bahan bakar minyak di salah satu SPBU di wilayah Kota Blitar.

Advertisement

BLITAR KAWENTAR – Pasokan Pertalite Blitar mengalami penurunan hingga separuh dalam sepekan terakhir. Kondisi ini diduga menjadi penyebab antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Blitar. Jika sebelumnya pasokan Pertalite mencapai 16 kiloliter (KL) per hari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 8 KL per hari.

Situasi tersebut membuat pengelola SPBU harus mengatur penjualan agar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga. Sementara itu, kepolisian bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga SPBU untuk memantau kondisi pasokan sekaligus menindaklanjuti temuan di lapangan.

Sidak yang dilakukan pada Senin (19/10) itu menyasar SPBU Kebon Rojo, SPBU di Jalan Kalimantan, serta SPBU Penataran. Dari hasil pemantauan, pengiriman Pertalite disebut masih berlangsung setiap hari. Namun, jumlah pasokan yang diterima mengalami pengurangan.

Pasokan Pertalite Blitar Berkurang, SPBU Atur Jadwal Penjualan

Pengawas SPBU Kebon Rojo, Muhammad Khairul Huda, mengatakan pengiriman Pertalite ke SPBU tempatnya bertugas tidak mengalami keterlambatan. Kendati demikian, volume BBM yang diterima tidak sebanyak sebelumnya.

Advertisement

Menurut dia, SPBU Kebon Rojo saat ini memperoleh pasokan sekitar 8.000 liter per hari. Jumlah tersebut belum mampu memenuhi permintaan yang sebenarnya lebih besar.

“Setiap hari didrop 8.000 liter. Sebenarnya permintaan kita lebih, cuma dari sana dikasih 8.000. Makanya kita atur sedemikian rupa,” ujarnya.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, pengelola SPBU Kebon Rojo membagi penjualan Pertalite menjadi tiga sif. Penjualan dijadwalkan mulai pukul 06.00, 14.00, dan 20.00.

Setiap sif memperoleh alokasi sekitar 2.500 liter. Dengan pembagian tersebut, total BBM yang dialokasikan untuk penjualan mencapai 7.500 liter per hari.

Pengaturan jadwal itu dilakukan untuk membantu mengurai antrean sekaligus menyesuaikan penjualan dengan jumlah pasokan yang tersedia. Pengelola juga berupaya menjaga agar distribusi BBM kepada konsumen tetap berjalan di tengah berkurangnya kiriman.

Advertisement

Artikel Terkait

Pertalite di SPBU Sulit Dicari, Stok 8.000 Liter Ludes 10 Jam, Warga Terpaksa Beli Eceran

Pertalite di SPBU Sulit Dicari, Stok 8.000 Liter Ludes 10 Jam, Warga Terpaksa Beli Eceran

Pertalite di SPBU sulit dicari, stok 8.000 liter habis dalam 10 jam. Harga eceran mencapai Rp12.000 per liter.

Pertalite Langka di SPBU, Warga Antre Panjang hingga 10 Jam! Harga Eceran Naik Jadi Rp12.000

Pertalite Langka di SPBU, Warga Antre Panjang hingga 10 Jam! Harga Eceran Naik Jadi Rp12.000

Pertalite langka di SPBU, stok 8.000 liter habis dalam 10 jam. Warga mengantre panjang, harga eceran mencapai Rp12.000.

Pertalite Cepat Habis di Blitar, SPBU Kini Hanya Terima 8.000 Liter per Kiriman

Pertalite Cepat Habis di Blitar, SPBU Kini Hanya Terima 8.000 Liter per Kiriman

Pertalite di Blitar cepat habis! SPBU Pojok Garum kini menerima 8.000 liter sekali kirim, antrean kendaraan pun meningkat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer