Pasokan Pertalite Blitar Turun hingga Separuh, Antrean SPBU Mengular dan Polisi Dalami SOP Penjualan

BLITAR KAWENTAR – Pasokan Pertalite Blitar mengalami penurunan hingga separuh dalam sepekan terakhir. Kondisi ini diduga menjadi penyebab antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Blitar. Jika sebelumnya pasokan Pertalite mencapai 16 kiloliter (KL) per hari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 8 KL per hari.
Situasi tersebut membuat pengelola SPBU harus mengatur penjualan agar ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap terjaga. Sementara itu, kepolisian bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga SPBU untuk memantau kondisi pasokan sekaligus menindaklanjuti temuan di lapangan.
Sidak yang dilakukan pada Senin (19/10) itu menyasar SPBU Kebon Rojo, SPBU di Jalan Kalimantan, serta SPBU Penataran. Dari hasil pemantauan, pengiriman Pertalite disebut masih berlangsung setiap hari. Namun, jumlah pasokan yang diterima mengalami pengurangan.
Baca Juga: Digerebek Polisi, Arena Sabung Ayam di Srengat Blitar Kosong Melompong, Ternyata Sudah 3 Hari Tak Be
Pasokan Pertalite Blitar Berkurang, SPBU Atur Jadwal Penjualan
Pengawas SPBU Kebon Rojo, Muhammad Khairul Huda, mengatakan pengiriman Pertalite ke SPBU tempatnya bertugas tidak mengalami keterlambatan. Kendati demikian, volume BBM yang diterima tidak sebanyak sebelumnya.
Menurut dia, SPBU Kebon Rojo saat ini memperoleh pasokan sekitar 8.000 liter per hari. Jumlah tersebut belum mampu memenuhi permintaan yang sebenarnya lebih besar.
“Setiap hari didrop 8.000 liter. Sebenarnya permintaan kita lebih, cuma dari sana dikasih 8.000. Makanya kita atur sedemikian rupa,” ujarnya.
Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, pengelola SPBU Kebon Rojo membagi penjualan Pertalite menjadi tiga sif. Penjualan dijadwalkan mulai pukul 06.00, 14.00, dan 20.00.
Baca Juga: Pilkades Serentak Kabupaten Blitar Digelar 23 November, 30 Desa Siap Memasuki Tahap Kampanye
Setiap sif memperoleh alokasi sekitar 2.500 liter. Dengan pembagian tersebut, total BBM yang dialokasikan untuk penjualan mencapai 7.500 liter per hari.
Pengaturan jadwal itu dilakukan untuk membantu mengurai antrean sekaligus menyesuaikan penjualan dengan jumlah pasokan yang tersedia. Pengelola juga berupaya menjaga agar distribusi BBM kepada konsumen tetap berjalan di tengah berkurangnya kiriman.



