Murid Makin Pintar AI, Radar Blitar dan Cabdindik Gelar Workshop untuk 150 Guru

BLITAR KAWENTAR – Workshop AI untuk Guru yang digelar Jawa Pos Radar Blitar bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Blitar menjadi upaya meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Kegiatan bertema “Guru Juga Mampu” tersebut diikuti hampir 150 guru di Edutorium SMKN 1 Blitar.
Short Course Workshop AI untuk Guru batch 2 ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengenal sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Terlebih, teknologi AI kini semakin dekat dengan kehidupan peserta didik.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Perdana Warna Blitar dan Hari-Hari Group. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya secara tepat di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Primbon Jawa Hari Membeli Motor, Mengapa Hitungan Guru Dianggap Membawa Kebaikan?
Guru Harus Lebih Mampu daripada Murid
Kepala Cabdindik Wilayah Blitar Indiyah Nurhayati mengapresiasi inisiatif Jawa Pos Radar Blitar yang memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan di Blitar Raya. Menurut dia, penguasaan teknologi AI menjadi hal penting bagi guru di tengah semakin familiernya peserta didik dengan teknologi tersebut.
“Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Blitar karena sudah memberikan perhatian untuk dunia pendidikan di Blitar Raya. Guru harus mengenal dan memahami AI karena murid-murid sekarang juga sudah familier dengan AI. Jika murid bisa memanfaatkan AI, guru harus lebih mampu,” tegasnya.
Indiyah menilai kegiatan pelatihan seperti ini menjadi kesempatan positif bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Guru tidak boleh cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki, tetapi harus terus bertumbuh, berkembang, dan berinovasi.
Upaya tersebut diperlukan agar tenaga pendidik dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan pemahaman teknologi yang lebih baik, guru diharapkan semakin siap menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan di era digital.
Peserta Nilai Materi Relevan dengan Kebutuhan Guru
Antusiasme peserta terlihat sepanjang workshop berlangsung. Nuriya Dwi Saputri, guru SMK PGRI 3 Blitar, menilai materi yang disampaikan berbobot dan relevan dengan kebutuhan tenaga pendidik saat ini.



