Proyek Pembangunan JLS di Blitar Selatan Bakal Segera Tersambung hingga Malang, Segini Progresnya

BLITAR KAWENTAR – Pembangunan jalur lintas selatan (JLS) di pesisir selatan Kabupaten Blitar masih berlanjut. Dari total panjang sekitar 62 kilometer, progres pembangunan jalur strategis tersebut ditargetkan mencapai 80 persen setelah ruas Ringinrejo–Jolosutro dan Jolosutro–batas Kabupaten Malang tersambung.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar juga membenahi jalan-jalan sirip untuk memperluas akses masyarakat menuju jalur utama JLS.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal mengatakan, pembangunan infrastruktur saat ini memang terkonsentrasi di kawasan Blitar Selatan.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan, 3,6 Ribu Remaja di Blitar Alami Depresi, Dinkes Ungkap Faktor Pemicunya
Selain mendukung proyek strategis nasional JLS yang dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), pemkab turut bertanggung jawab dalam proses pembebasan lahan untuk sejumlah ruas.
“Pekerjaan JLS yang sedang berjalan saat ini menyasar ruas Ringinrejo–Jolosutro sepanjang 7,9 kilometer. Untuk kelanjutan dari Jolosutro sampai batas Malang di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, pemkab memegang tanggung jawab pembebasan lahan,” ujar Agus.
Dia menjelaskan, proses pembebasan lahan untuk ruas Jolosutro–batas Kabupaten Malang berjalan lancar dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini. Kepastian kelanjutan proyek tersebut diperoleh setelah Dinas PUPR Kabupaten Blitar mengikuti koordinasi resmi bersama BBPJN.
Baca Juga: Perkembangan Kasus Pembuangan Bayi di Blitar, Polisi Siap Periksa Ibu Bayi Terduga Pelaku
Sesuai jadwal yang disusun, pengerjaan fisik ruas Jolosutro–batas Kabupaten Malang diproyeksikan mulai pada Maret 2027. Jika ruas tersebut terealisasi, tingkat keterbangunan JLS di Kabupaten Blitar diperkirakan mencapai 80 persen dari total panjang 62 kilometer.
“Jika ruas Jolosutro–batas Malang ini terwujud, JLS Blitar sepanjang 62 kilometer sudah terbangun 80 persen. Tersisa sekitar 13 kilometer lagi untuk ruas Sumberejo–Ringinrejo,” terangnya.
Seiring percepatan pembangunan JLS oleh pemerintah pusat, Pemkab Blitar juga menyiapkan infrastruktur pendukung berupa jalur-jalur sirip. Jalan tersebut berfungsi menghubungkan kawasan permukiman warga dengan koridor utama JLS sehingga aksesibilitas masyarakat di wilayah Blitar Selatan semakin terbuka.
Agus menyebut, pembangunan jalur sirip diusulkan dan dikerjakan secara bertahap menggunakan APBD. Pengerjaan diawali dari sisi timur wilayah Blitar Selatan dengan sejumlah titik akses yang menjadi sasaran di antaranya koridor Jolosutro, Pudak, Pasur, hingga kawasan Tambakrejo.



