Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem Ancam Pertanian Blitar, DKPP Petakan Lahan Rawan Banjir

M
Cuaca ekstrem mengancam pertanian Blitar. DKPP petakan wilayah rawan banjir untuk mengantisipasi gagal panen.
Cuaca ekstrem mengancam pertanian Blitar. DKPP petakan wilayah rawan banjir untuk mengantisipasi gagal panen.

Advertisement

 
BLITAR
– Ancaman cuaca ekstrem mulai diwaspadai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar. Memasuki musim hujan, potensi banjir dan tanah longsor dikhawatirkan mengganggu produktivitas pertanian hingga memicu gagal panen. Untuk mengantisipasi dampaknya, DKPP mulai memetakan lahan pertanian yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.

Kepala DKPP Kabupaten Blitar Setiyana mengatakan, pemantauan dilakukan dengan melibatkan penyuluh pertanian dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di masing-masing wilayah. Langkah tersebut bertujuan mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi genangan maupun kerusakan pada lahan pertanian.

Menurutnya, peningkatan curah hujan perlu menjadi perhatian serius. Sebab, banjir tidak hanya berpotensi merendam area persawahan, tetapi juga mengancam tanaman budidaya apabila genangan berlangsung dalam waktu lama.

"Kami terus memantau wilayah-wilayah yang memiliki lahan pertanian rawan terdampak bencana. Koordinasi dengan penyuluh dan gapoktan juga terus dilakukan agar apabila ada lahan pertanian atau budidaya yang terdampak bisa segera dilaporkan," ujarnya.

Blitar Selatan dan Lodoyo Jadi Perhatian

Advertisement

Setiyana menyebut, kawasan Blitar Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pemantauan tersebut. Salah satu faktor yang disoroti adalah perubahan fungsi sebagian kawasan hutan menjadi perkebunan.

Kondisi itu dinilai berpotensi mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Akibatnya, limpasan air dapat meningkat dan memicu genangan hingga banjir di kawasan sekitarnya.

Selain Blitar Selatan, kawasan Lodoyo juga masuk dalam perhatian DKPP. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang kerap mengalami banjir ketika intensitas hujan meningkat.

Meski demikian, pemetaan kerawanan tidak hanya difokuskan pada dua kawasan tersebut. Sejumlah kecamatan lain tetap menjadi perhatian karena ancaman bencana hidrometeorologi dapat terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.

Gambaran kerawanan tersebut juga tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar 2025–2029. Dalam dokumen tersebut, risiko banjir kategori sedang tercatat berada di tiga kecamatan, yakni Srengat, Sutojayan, dan Wonotirto. Sementara itu, risiko tanah longsor kategori tinggi tercatat di Kecamatan Garum, Nglegok, dan Wlingi.

Advertisement

Artikel Terkait

Bursa Mobil Bekas 2026 Banjir Pilihan, Ada Innova Diesel hingga BMW X1

Bursa Mobil Bekas 2026 Banjir Pilihan, Ada Innova Diesel hingga BMW X1

Bursa mobil bekas 2026 menawarkan banyak pilihan, mulai Avanza Rp115 juta hingga Innova diesel dan BMW X1.

Antisipasi Banjir, Drainase Jalan Anggrek Blitar Dikebut hingga Desember

Antisipasi Banjir, Drainase Jalan Anggrek Blitar Dikebut hingga Desember

Antisipasi banjir, Pemkot Blitar kebut proyek drainase Jalan Anggrek. Pekerjaan dimulai Agustus dan ditargetkan selesai Desember.

HP Vivo Terbaru Banjir Pilihan, dari Baterai 9.020 mAh hingga Kamera 200 MP

HP Vivo Terbaru Banjir Pilihan, dari Baterai 9.020 mAh hingga Kamera 200 MP

HP Vivo terbaru menawarkan banyak pilihan, dari entry level hingga flagship dengan baterai jumbo dan kamera beresolusi hingga 200 MP.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer