Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos Gunung Pegat Blitar, Pengantin Baru Dipercaya Bisa Berpisah Jika Melintas

M
Mitos Gunung Pegat Blitar melarang pengantin baru melintas. Di balik cerita kutukan, ada prasasti berusia lebih dari 800 tahun. (PINTEREST)
Mitos Gunung Pegat Blitar melarang pengantin baru melintas. Di balik cerita kutukan, ada prasasti berusia lebih dari 800 tahun. (PINTEREST)

Advertisement

BLITAR – Mitos Gunung Pegat Blitar masih menjadi cerita yang melekat dalam kehidupan masyarakat di Kecamatan Ponggok dan Srengat. Bukit yang namanya berarti berpisah dalam bahasa Jawa ini dikenal melalui kepercayaan bahwa pasangan pengantin baru yang melintasinya dapat mengalami keretakan rumah tangga.

Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari cerita rakyat setempat. Di balik mitos perpisahan, Gunung Pegat juga menyimpan peninggalan arkeologis dari masa Kerajaan Kadiri serta sejumlah legenda yang berkaitan dengan Dewi Kilisuci dan Lembu Suro.

Gunung Pegat bukan sekadar satu puncak yang berdiri sendiri. Kawasan ini merupakan rangkaian perbukitan di wilayah barat Kabupaten Blitar yang membentang di antara Kecamatan Ponggok dan Srengat.

Bentuk Bukit dan Lokasi Gunung Pegat

Secara geografis, Gunung Pegat memiliki bentuk memanjang dan terdiri atas beberapa puncak. Penelitian arkeologi yang dipublikasikan dalam jurnal Amerta pada 2025 menyebut rangkaian perbukitan ini memiliki panjang sekitar 3.800 meter dan lebar 522 meter, membentang di Kecamatan Srengat dan Ponggok.

Advertisement

Kondisi bukit yang terpisah oleh jalan turut menjadi salah satu penjelasan mengenai penyebutan "Pegat". Penelitian tersebut mencatat puncak-puncaknya berada di sisi berbeda dari jalan penghubung Desa Kawedusan dan Dadaplangu. Selain faktor geografis, cerita rakyat setempat juga ikut membentuk penamaan kawasan ini.

 

Larangan Pengantin Melintasi Gunung Pegat

Dalam kepercayaan masyarakat sekitar, pasangan yang berasal dari kawasan Gunung Pegat sebaiknya tidak melintasi jalan yang membelah bukit menjelang atau setelah pernikahan. Larangan tersebut disebut berlaku selama satu selapan atau 36 hari dalam penanggalan Jawa.

Mitos ini juga memiliki batas kepercayaan tersendiri. Dalam cerita yang beredar, larangan tersebut terutama ditujukan kepada warga asli sekitar Gunung Pegat, bukan seluruh pasangan yang kebetulan melewati kawasan itu.

Penelitian mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada 2022 membahas mitos pegatan sebagai bagian dari kehidupan sosial budaya masyarakat di sekitar Gunung Pegat. Kajian tersebut menemukan bahwa kepercayaan dan larangan yang menyertainya turut memengaruhi perilaku masyarakat, termasuk dalam upaya menjaga lingkungan sekitar. Dengan demikian, mitos tidak hanya dipahami sebagai cerita tentang perpisahan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dalam kehidupan warga.

 

Jejak Dewi Kilisuci dan Prasasti Berusia Lebih dari 800 Tahun

Selain mitos pernikahan, Gunung Pegat dikaitkan dengan legenda Dewi Kilisuci dan Lembu Suro. Dalam cerita rakyat, Lembu Suro jatuh cinta kepada Dewi Kilisuci, tetapi cintanya ditolak. Ia kemudian dikisahkan mengucapkan kutukan yang berhubungan dengan letusan Gunung Kelud dan ancaman bagi wilayah Kediri.

Dewi Kilisuci dipercaya melakukan pertapaan di kawasan Gunung Pegat. Cerita tersebut berkembang karena masyarakat menghubungkan kawasan pertapaan dengan keselamatan wilayah sekitar ketika Gunung Kelud mengalami erupsi. Namun, kisah kutukan dan kesaktian tokoh-tokoh tersebut merupakan bagian dari legenda, bukan fakta sejarah yang dapat dipastikan melalui bukti arkeologis.

Advertisement

Artikel Terkait

Gunung Pegat Blitar Punya Sejarah Panjang, Mitos Pengantin Baru Masih Dipercaya Masyarakat

Gunung Pegat Blitar Punya Sejarah Panjang, Mitos Pengantin Baru Masih Dipercaya Masyarakat

Gunung Pegat Blitar menyimpan mitos pengantin baru dan jejak sejarah Kerajaan Kadiri melalui Prasasti Subhasita.

Gunung Pegat Blitar Simpan Filosofi yang Jarang Diketahui, Penelusuran Ini Bongkar Makna Sebenarnya

Gunung Pegat Blitar Simpan Filosofi yang Jarang Diketahui, Penelusuran Ini Bongkar Makna Sebenarnya

Gunung Pegat Blitar ternyata bukan simbol perpisahan. Penelusuran budaya mengungkap filosofi memutus bala, penyakit, dan energi negatif.

Gunung Pegat Blitar Ternyata Bukan Simbol Perpisahan, Penelusuran Ini Ungkap Filosofi Sebenarnya

Gunung Pegat Blitar Ternyata Bukan Simbol Perpisahan, Penelusuran Ini Ungkap Filosofi Sebenarnya

Gunung Pegat Blitar ternyata memiliki filosofi memutus bala dan hal negatif, bukan membawa perpisahan. Simak hasil penelusuran sejarah dan budayanya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer