Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tips Mengolah Buah Jadi Aneka Keripik ala Nana Novita

Mila Inka Dewi • Senin, 8 Januari 2024 | 20:56 WIB

 

GURIH MANIS: Aneka olahan keripik buah milik Nana Novita dan ibu-ibu Kelurahan Gedog. Tidak sembarang buah bisa diolah jadi keripik.
GURIH MANIS: Aneka olahan keripik buah milik Nana Novita dan ibu-ibu Kelurahan Gedog. Tidak sembarang buah bisa diolah jadi keripik.

BLITAR - Keripik buah bisa jadi salah satu pilihan cemilan menyehatkan. Namun, tidak semua buah bisa diolah menjadi keripik. Pasalnya, jika terlalu banyak memiliki kandungan air keripik bisa cepat melempem.

Selain itu, harus memperhatikan tekstur dan rasa buahnya. Beberapa buah bisa diolah jadi keripik, termasuk nangka, pisang, pepaya, salak, buah naga, apel dan sebagainya.

“Kalau kami memanfaatkan produk unggulan lingkungan sekitar. Misalkan nangka, pepaya, pisang, dan salak,” kata produsen aneka keripik buah, Nana Novita, Jumat (5/1/2024).

Untuk keripik nangka menggunakan buah nangka matang tapi segar. Namun, tidak semua nangka bisa digunakan. Yakni nangka bubur dan cempedak yang memiliki tekstur lembek.

Buah nangka dipisahkan dengan bijinya dan dicuci bersih. Selanjutnya, di-freezer sehari semalam baru bisa digoreng menggunakan alat khusus vakum friyer.

“Jadi nggak bisa langsung diolah. Untuk menjaga rasa dan warna agar tidak berubah dari kondisi aslinya,” jelas warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan ini.

Nana-sapaan akrabnya-menjelaskan, satu kali proses penggorengan keripik nangka butuh hingga 2 jam. Sementara rambak pisang bisa 3 jam 30 menit. Dari bahan sekitar 4,5 kilogram (kg) bahan baku nangka akan susut menjadi sekitar 1 kg.

Sedangkan 3,5 kg buah salak yang sudah dipisahkan dengan bijinya susut jadi 6-7 ons. Itulah membuat harga keripik buah mahal. Sebab, proses pembuatan keripik butuh waktu lama. Hasil olahan juga susut dari buah aslinya.

Sementara rambak pisang, menggunakan jenis pisang kapasari matang dan masih segar. Usus pepaya dipilih pepaya tua tapi warnanya masih putih. Atau masih memiliki tekstur keras dan belum lembek.

“Semua prosesnya hampir sama. Tapi kalau usus pepaya setelah dipasah harus dijemur sebelum diberi bumbu dan tepung, kemudian digoreng,” terang ibu dua anak ini.

Semua olahan keripik buah buatannya tidak pakai tambahan pewarna ataupun pengawet. Rasa dan warna asli dari buah. Keripik buah bisa tahan sampai setahun jika disimpan dengan tepat.

“Dulu pernah coba membuat keripik buah belimbing. Tapi ternyata tidak tahan lama dan cepat melempem. Jadi kami stop dan fokus buah lain,” pungkasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#keripik buah #Kabupaten Blitar #ide usaha #pemilik usaha #inovasi