BLITAR - Presiden pertama Indonesia yang dimakamkan di Kota Blitar Bung Karno, semasa hidup sangat menghormati ibunya.
Sikap lembutnya itu terlihat ketika beliau akan melakukan apa pun selalu sungkem dan meminta doa restu.
Walau lahir dan besar di Surabaya, namun rupanya makam Bung Karno bukan di tanah kelahirannya tersebut.
Atas dasar itu, melihat kecintaan dengan sang ibu, saat Presiden Soekarno meninggal, Soeharto akhirnya memutuskan memakamkannya di Kota Blitar supaya dekat dengan makam ibunya.
Soekarno, presiden pertama Indonesia ini lahir di tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya tepatnya di kampung Peneleh, gang Pandean.
Sejarawan Peter Kasenda menegaskan bahwa Blitar merupakan lokasi presiden pertama RI, Soekarno, dimakamkan dan bukan tempat kelahirannya.
Ia mengatakan,Soekarno dimakamkan dI Blitar karena kepentingan politik pemerintahan Orde Baru dari Presiden Soeharto.
"Saat itu istrinya mengatakan Soeharto ingin dimakamkan di Bogor, tetapi oleh pemerintah selanjutnya (Presiden Soeharto) akan dimakamkan di Blitar.
Faktor lain itu karena ingin menjauhkan kegaduhan politik saat itu," ujar Peter dalam diskusi 'Bung Karno Lahir di Mana?: Bagaimana Kita Memperlakukan Sejarah.
Soekarno lengser dari kursi presiden Indonesia pada tahun 1966. Setelah itu, Soeharto menggantikannya sebagai presiden Indonesia.
Saat pemerintahan Orde Baru, lanjut Salim, Soeharto ingin menjauhkan presiden pertama Indonesia itu dari pemerintah kekuasaan.
“Secara politis menjauhkan Bung Karno dari pemerintah kekuasaan, menjauhkan makam dari pusat pemerintahan. Sebab makam dinilai mengganggu kekuasaan Orde Baru.''
Selain itu ada alasan yang lebih mendasar, Soekarno yang mencintai ibunya menginginkan makamnya berdampingan dengan sang ibu.
“Bung Karno sangat mencintai ibunya, jadi lebih baik dimakamkan di samping ibunya,” kata Sejarawan, Peter Kasendi, di kesempatan yang sama. (hak/han)