Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pancing dengan Playground-Food Court, Saran Legislatif Gairahkan Lantai Dua Pasar Legi Kota Blitar

M. Luki Azhari • Senin, 11 Maret 2024 | 22:47 WIB
LEGENDARIS: Kondisi lantai 2 Pasar Legi  yang masih sepi pembeli pasca dibangun pemkot. Berbagai upaya dilakukan untuk menggairahkan perdagangan.
LEGENDARIS: Kondisi lantai 2 Pasar Legi yang masih sepi pembeli pasca dibangun pemkot. Berbagai upaya dilakukan untuk menggairahkan perdagangan.

BLITAR - Kondisi ratusan kios lantai dua Pasar Legi Kota Blitar masih belum berubah. Meski sejumlah upaya telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, transaksi di lantai atas urung juga bergairah.

Salah seorang pedagang pakaian di lantai dasar menuturkan, sejatinya beberapa pedagang sudah menghuni lantai atas. 

Namun, jumlahnya belum banyak. Dia mengakui, kondisi sepi tak hanya terjadi di lantai dua, melainkan lantai satu.

“Sehari laku beberapa potong pakaian aja sudah syukur. Tapi ya nunggu lah ini apalagi momen Ramadan, Lebaran,” ujarnya warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo ini, Kamis (7/3/2024) lalu.

Menurut dia, pasar perlu inovasi lain. Misalnya, gelaran acara-acara yang mendukung sektor ekonomi.

Dia menilai operasi pasar beras murah yang dilakukan dinas dan Bulog beberapa waktu lalu cukup bagus.

Dia berharap ada kegiatan serupa bahkan lebih besar untuk memancing minat masyarakat belanja di Pasar Legi. 

“Atau misalkan ini lagi ramai pengajian Gus Iqdam, bisa juga diundang. Contohnya. Pokoknya apapun yang terbaik untuk kemajuan pasar,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo menilai, sebenarnya pemkot sudah berupaya untuk menggeliatkan jual beli di pasar tersebut.

Namun, kenyataannya memang perlu optimalisasi supaya lantai dua bisa berdaya saing.

“Pemkot sudah bagus lho, fasilitas dan upayanya sudah optimal. Tapi ya bagaimana, memang kami juga perlu rumuskan kira-kira apa yang pas dan bisa memancing supaya hidup,” jelasnya, Minggu (10/3/2024).

Politisi Gerindra ini menyarankan, lantai dua paling tidak bisa ditambah dengan pusat bermain alias play gorund atau food court. 

Terlebih, Kota Blitar punya banyak menu lokal, serta divariasikan dengan menu makanan viral lainnya.

“Nanti bisa gandeng influencer, food vlogger untuk konten promosi di medsos. Ini saran, tapi siapa tahu bisa bermanfaat. Kalau aturannya boleh, saya rasa tidak papa,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Perdagangan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Joko Purnomo menuturkan food court bisa jadi pancingan untuk menggeliatkan pasar. Namun, perlu perencanaan lebih matang.

“Sebenarnya sudah ada beberapa pedagang yang menempati. Tetapi perlu dimaksimalkan,” jabarnya.

Dia menegaskan, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Pasar Legi. Melainkan melanda pasar-pasar tradisional lain di luar daerah akibat gempuran toko online.

Meski begitu, pihaknya memastikan segera berupaya meningkatkan eksistensi lantai dua dati pasar yang sempat kebakaran pada 2016 lalu ini.

“Bisa seperti itu (franchise atau food court). Kami akan koordinasi dulu dengan pimpinan, seperti apa nanti,” tandasnya. (luk/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kios #pedagang #pasar legi #Kota Blitar