Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pertama Kalinya Gus Iqdam Rutinan Via Online Langsung dari Madinah, Larang Jamaahnya Secara Sadar Tinggalkan Puasa

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Kamis, 14 Maret 2024 | 01:10 WIB
Gus Iqdam isi kajian via online karena sedang umroh di Mekkah
Gus Iqdam isi kajian via online karena sedang umroh di Mekkah

BLITAR - Rutinan kajian yang selalu digelar oleh dai muda asal Blitar Gus Iqdam, tak pernah satu hari pun sepi. Baik jamaah yang hadir langsung maupun via live streaming selalu membludak.

Apapun kondisinya, kajian Rutinan tetap digelar walaupun tanpa Gus Iqdam. Ketika suami Ning Nila itu berhalangan, kadang kajian diisi oleh sang kakak, Gus Dalhar. 

Seperti kemarin Senin malam Selasa (11/3/2024), kajian rutinan di markas Sabilu taubah Srengat Kabupaten Blitar tetap digelar.

Diketahui, saat ini Gus Iqdam berhalangan hadir karena sedang melaksanakan umroh di Makkah bersama keluarganya.

Namun kajian di Blitar tetap berlangsung dan diisi sendiri oleh Gus Iqdam melalui tatap layar zoom dari Madinah.

Guse garangan itu menyebut bahwa keadaan disana saat ia lakukan ceramah via online adalah siang hari.

Terlihat duduk dengan cahaya redup di sebuah kamar hotel, Gus Iqdam spontan berikan pembahasan tentang puasa. 

Ia memberikan penjelasan bahwa puasa itu wajib bagi umat Islam kecuali yang berhalangan. Tak lupa ayah dari Gus Novel itu menuturkan kasus yang terjadi di masyarakat.

Adanya umat muslim yang tanpa ragu remehkan kewajiban puasa Ramadhan itu menurutnya orang yang dhalim. 

Padahal sudah dijelaskan Allah di surah Al-Baqarah ayat 183 Allah bersabda, “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 

Bertaqwa dalam surat tersebut menurut Gus Iqdam sangat penting, dengan menjalankan kewajiban, ketaqwaan kepada Allah bertambah, ketika ketaqwaan bertambah, iman pun juga demikian.

Dengan iman, lanjut Gus Iqdam, merupakan sesuatu kita bawa sampai akhir hayat, maka dari itu penting untuk mempertebal keimanan selama di dunia. 

"Iman ini adalah sesuatu yang kita harapkan kelak di kehidupan yang akan datang, artinya kehidupan setelah kematian. Iman ini adalah salah satu bekal yang harus kita bawa sampai akhirh ayat," tutur Gus Iqdam.

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#gus iqdam #blitar #kajian #madinah