BLITAR - Ruas jalan kabupaten Blitar sejauh 2 kilometer (km) yang rusak di Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, nampaknya menjadi masalah besar bagi warga sekitar.
Karena jalan yang menghubungkan antara Dusun Widodaren, Desa Suruhwadang, ke Dusun Midodaren, Desa Dawuhan, serta sebagai akses ke pusat kota, kondisinya semakin parah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan berlubang sampai aspal mengelupas. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, juga mengancam keselamatan para pengguna jalan tersebut.
Sudah tiga tahun lebih jalan rusak di wilayah tersebut, namun belum tersentuh bantuan pemerintah kabupaten (pemkab).
"Kami dari pihak pemerintah Desa Suruhwadang sudah mengusulkan bantuan perbaikan ruas jalan di daerah tersebut kepada pemkab sejak 2020. Namun masih belum ada respons sampai sekarang," terang Kepala Desa Suruhwadang, Lukito, kemarin (17/4).
Menurut dia, penyebab kerusakan jalan di daerah tersebut karena kualitas aspal kurang bagus, serta sering dilewati kendaraan melebihi batas atau tonase. Dampaknya, aspal terkikis hingga mengakibatkan kerusakan.
Dia bersama warga sekitar tidak tinggal diam melihat jalan rusak. Bersama warga sekitar, secara swadaya membeli semen untuk dilakukan pengecoran serta berharap segera mendapatkan bantuan perbaikan jalan dari pemkab.
Untuk pengecoran tidak bertahan lama karena tidak mampu menahan beban saat dilewati kendaraan bermuatan berat.
Salah seorang warga sekitar, Dodik mengaku, setiap hari saat berangkat bekerja selalu melewati jalan tersebut.
"Belum lagi jika hujan tiba, jalan menjadi licin dan sangat membahayakan, sebab jalan ini menjadi salah satu akses utama warga untuk menjalankan roda perekonomian sehari hari, sehingga kami warga sekitar sangat bergantung kepada jalan tersebut," ungkapnya.
Dari pemerintahan desa (pemdes) dan warga berharap ada perbaikan jalan tersebut. Lantaran untuk menunjang aktivitas perekonomian dan keselamatan warga sekitar.
“Semoga pemkab memperhatikan jalan tersebut dan segera merealisasikan untuk bantuan perbaikan ruas jalan di wilayah kami," pungkasnya. (iyo/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila