Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Hari Flushing, Perum Jasa Tirta Minta Warga Jauhi Sungai Berantas agar Tidak Ada Insiden

Agus Muhaimin • Rabu, 15 Mei 2024 | 21:25 WIB

Alat berat dikerahkan selama proses flushing di waduk Wlingi tahun lalu.
Alat berat dikerahkan selama proses flushing di waduk Wlingi tahun lalu.
BLITAR – Warga Kabupaten Blitar dan sekitar diminta menjauhi aliran sungai Brantas selama flusing alias pladu pada 20-24 Mei 2024. Sebab, tujuan utama penggelontoran di Waduk Wlingi dan Bendungan Lodoyo ini bertujuan untuk menjaga fungsi waduk, bukan untuk memudahkan menangkap ikan.

"Kami imbau kepada warga atau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat kegiatan flushing dilakukan. Sangat  kami harapkan masyarakat dapat menjaga diri dengan tidak melakukan kegiatan baik menjala ikan ataupun memancing khususnya di area sepanjang aliran sungai Brantas," kata Direktur Operasional Perum Jasa Tirta (PJT) I, Milfan Rantawi, Rabu (15/5/2024).

Milfan mengungkapkan bahwa flushing  rencananya dilaksanakan pada 13-17 Mei 2024. Jadwal flusing berubah karena fakta area irigasi Lodagung masih membutuhkan alokasi air.

Kegiatan flushing tersebut, kata dia, sesuai penugasan pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 46 tahun 2010 pasal 4 ayat (2) huruf g bahwa kegiatan flushing sebagai upaya pemeliharaan sungai.

Secara spesifik, kegiatan ini juga penting untuk menjaga kapasitas tampungan Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo dari sedimentasi. Manfaat lainnya, dapat memastikan PLTA berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Bendungan Wlingi memegang peranan penting karena menjadi tempat pengambilan dan penyediaan air untuk irigasi daerah Lodoyo - Tulungagung Timur seluas 13.000 hektare.

Bagi Bendungan Wlingi, kegiatan flushing juga penting karena fungsinya sebagai pengatur debit air (after bay) PLTA Sutami dan pembangkit tenaga listrik dengan daya terpasang 2 X 27 MW.

“Bendungan Wlingi juga berperan sebagai pengendali banjir dan pengendali pasir Gunung Kelud. Selain itu manfaat dan tujuan lainnya adalah untuk menjaga perikanan darat dan pariwisata di Bendungan Wlingi,” terangnya.

Bagi Bendung Lodoyo, sambung Milfan, kegiatan flushing penting karena bendung ini berfungsi membangkitkan PLTA Lodoyo dengan daya terpasang 1 x 4,7 MW. Lodoyo juga memegang peranan penting sebagai pengatur debit (afer bay) PLTA Wlingi.

Lodoyo juga memegang fungsi pengendali banjir dan penggelontoran pasir ke hilir Waduk Lodoyo serta bagi perikanan darat dan pariwisata. Milfan berharap pelaksanaan flushing Bendungan Wlingi dan Bendung Lodoyo berjalan optimal.

"Untuk itu kami membutuhkan kerjasama masyarakat dan pihak-pihak terkait. Mari kita sama-sama kawal pelaksanaan kegiatan penggelontoran Wlingi-Lodoyo agar dapat berjalan dengan baik tanpa insiden," pungkasnya. (*)

Editor : Agus Muhaimin
#lodoyo #Lodagung #cari ikan #pladu #bendungan #waduk #tenggelam #flushing