Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar Gelar Literasi Koi, Ikut Berperan Kembangkan Komoditas Andalan dan Ikon Blitar

Teguh Prasetyo • Jumat, 28 Juni 2024 | 17:30 WIB

 

POTENSI DAERAH: Pustakawan Ahli Utama DR Hartono meninjau peserta saat pembenihan ikan Koi, kemarin (27/6). Peserta juga mempraktekkan injeksi pada koi yang didampingi oleh narasumber.
POTENSI DAERAH: Pustakawan Ahli Utama DR Hartono meninjau peserta saat pembenihan ikan Koi, kemarin (27/6). Peserta juga mempraktekkan injeksi pada koi yang didampingi oleh narasumber.

BLITAR - UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno tak hanya melakukan pendampingan dan pelatihan untuk kesejahteraan masyarakat atau literasi berbasis transformasi inklusi sosial.

Sejak Selasa (25/6) hingga Kamis (27/6/2024), perpustakaan di Jalan Kalasan, Kota Blitar ini juga menggelar literasi untuk mengangkat komoditas andalan Blitar, yakni ikan koi.

Selain materi teknis terkait bagaimana budidaya ikan Koi, sebanyak 100 peserta juga mendapatkan ilmu dan wawasan terkait pemasaran Koi lewat marketplace.

Narasumber juga berasal dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar dan pelaku budidaya Koi.

Photo
Photo

Pustakawan Ahli Utama UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno, DR Hartono menegaskan pentingnya melestarikan kearifan lokal yang terus menerus, sehingga hasilnya bisa memberikan lahan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Selama tiga hari kegiatan yang digelar disamping ampiteater, para peserta mendapatkan beberapa teori hingga praktek.

Mulai dari injeksi obat pada ikan, pemijahan, hingga pemilihan ukuran anakan bibit unggul. Pada hari terakhir, peserta juga menerima materi dan praktek tentang sosial media dan penggunaanya dalam memasarkan koi.

“Keberadaan ikan koi sebagai komoditas andalan dan menjadi ciri khas Blitar. DEngan latar sejarah yang cukup panjang. Literasi koi ini, bertujuan memfasilitasi peserta untuk mempelajari budidaya koi, hingga mampu berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Sementara salah satu pemateri dari Disnakkan Kabupaten Blitar, Ali Fahuri mengatakan, kegiatan literasi ini sangat mencerdaskan masyarakat, karena sifatnya memberikan pengetahuan dan wawasan bagi peserta.

Ikan koi ini merupakan komoditas andalan Blitar, melalui literasi ini peserta bisa mengetahui secara mendalam terkait budidaya, dan diharapkan peserta bisa langsung mengimplementasikan di wilayahnya masing-masing.

“Ya, pada hari pertama disampaikan teori dan sesi sharing, pada hari kedua peserta diajak praktek secara langsung menangani ikan koi, bersama bersama pembudidaya dan pengusaha koi dari blitar,” terangnya.

Praktisi Ikan Koi dari Balai Pembibitan Perikanan Kabupaten Blitar, Mahdi Yuwono mengaku, senang melihat peserta literasi koi yang masih muda.

Karena memang butuh regenerasi untuk mencatat keberlanjutan koi. Dan ini tujuannya memang mengangkat derajat pembudidaya koi.

“Dengan banyak warga yang budidaya koi, saya yakin koi Blitar akan semakin mampu bersaing di pasar internasional,” tegasnya.

Salah satu peserta literasi Koi, Novi mengaku bahwa kegiatan literasi koi ini sangat bermanfaat dan sangat membantu para pengusaha atau yang masih tertarik dengan koi.

“Bagi saya dengan mengikuti literasi koi ini menjadi pengalaman yang luar biasa, sebab materi diberikan tidak hanya secara tertulis, namun juga diajak praktek langsung dengan ahlinya. Semoga dengan adanya literasi koi ini dapat bermanfaat untuk perkembangan ikan koi,” bebernya. (guh/ady)

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#literasi #ikan koi #UPT perpustakaan Proklamator bung karno #Kota Blitar