Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Harus Hati-hati, Tanah Longsor di Kecamatan Bakung Semakin Memprihatinkan, Belum Ada Respons dari Dinas Terkait

Agung Prasetiyo • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 19:28 WIB
BERBAHAYA: Tanah yang terdampak longsor semakin menggerus badan jalan di Desa Ngrejo, Kecamatan Bakung.
BERBAHAYA: Tanah yang terdampak longsor semakin menggerus badan jalan di Desa Ngrejo, Kecamatan Bakung.

BLITAR - Masyarakat yang melintas di Dusun Prodo, Desa Ngrejo, Kecamatan Bakung, harus hati-hati.

Sebab, terdapat longsoran yang sangat curam yang terjadi beberapa tahun lalu. Namun, hingga kini belum juga mendapatkan penanganan dari dinas terkait. 

Sebagai antisipasi kecelakaan, masyarakat sekitar hanya membuat pagar bambu sederhana yang dipasang sebagai tanda pembatas. 

Longsoran yang menggerus itu merusak hampir setengah badan jalan. Pantauan di lokasi, tanah yang tergerus longsor mencapai 50 meter dan panjang 20 meter.

Situasi tersebut terpaksa membuat kendaraan besar harus melambatkan laju dan melintas dengan sangat hati-hati. 

Apalagi jika berpapasan dengan kendaraan lainnya dari lawan arah, harus ekstra hati-hati lantaran lebar jalan yang menyempit. 

Seperti diketahui, jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga dua dusun untuk memutar roda perekonomian, baik itu menuju ke ladang, menjual telur ayam hasil ternak, akses menuju tempat kerja, hingga ke sekolah atau ke wilayah kota. 

Kepala Desa (Kades) Ngrejo, Imam Suyadi, menceritakan, longsor tersebut terjadi sejak enam tahun silam.

Pada 2018 silam, wilayah Desa Ngrejo dan sekitarnya diguyur hujan sangat deras yang berlangsung tanpa henti selama berhari-hari. 

Hal itu, otomatis membuat debit air sangat besar masuk ke lokasi kejadian, sehingga mengakibatkan terjadinya longsor.

Kemudian, beberapa bulan setelah kejadian longsor, ada tindak lanjut dari dinas terkait yang melakukan pembangunan ulang pada area yang terdampak longsor.

“Tidak lama setelah kejadian longsor, kami pernah mendapatkan bantuan dari dinas terkait, namun hanya bertahan beberapa bulan ambrol dan longsor kembali, karena tidak mampu menahan debit air hujan,” ujarnya. 

Sadar akan risiko bahaya yang sangat besar, Pemerintah Desa Ngrejo tidak tinggal diam. Setelah kejadian, setiap tahun Pemdes Ngrejo selalu mengupayakan agar segera mendapatkan bantuan dengan mengirimkan surat kejadian bencana kepada dinas terkait. 

“Namun, masih belum ada tanggapan hingga saat ini, sehingga kami harus melakukan tindakan pencegahan dengan cara membangun selokan di sebelah jalan raya untuk mencegah, agar air tidak masuk menuju lokasi longsoran dan kami pasang pagar yang terbuat dari bambu,” tandasnya. 

Imam berharap, dinas terkait segera menindaklanjuti longsoran tersebut, karena semakin hari gerusan longsor semakin memakan bahu jalan dan berisiko sangat tinggi jika tidak segera ditindaklanjuti. 

“Mengingat di Dusun Prodo, selain petani, mayoritas warga berprofesi sebagai peternak, baik itu sapi, ayam pedaging dan ayam petelur, sehingga sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian warga sekitar, dan juga menjadi akses ke tempat wisata alam yang sekarang sudah mulai banyak didatangi masyarakat,” pungkasnya. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Suwito, warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai peternak mengaku, was-was dengan kondisi longsor yang semakin parah tersebut. Apalagi sebentar lagi musim hujan tiba. 

“Semoga segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait, karena besar kemungkinan area longsoran bisa semakin melebar dan semakin menggerus badan jalan, tentunya semakin mengancam keselamatan warga,” ungkapnya. (apr/iyo/ynu)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#penanganan #dinas #longsor #Kecamatan Bakung