Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Biografi Singkat dan Misteri Hilangnya Shodanco Soeprijadi, Sang Pemimpin Pemberontakan PETA di Blitar

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 01:00 WIB
Soeprijadi pahlawan nasional asal Blitar
Soeprijadi pahlawan nasional asal Blitar

BLITAR - Shodanco Soeprijadi atau yang dikenal dengan Soeprijadi merupakan tokoh pahlawan nasional Indonesia dan pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) melawan penjajah Jepang di Blitar pada 14 Februari 1945.

Soeprijadi memiliki nama lengkap Fransiskus Xaverius Soeprijadi. Beliau lahir pada 13 April 1923 di Trenggalek, Jawa Timur.

Ayahnya bernama Raden Darmadi, seorang bupati Blitar di era kemerdekaan dan ibunya bernama Rahayu merupakan seorang bangsawan. Namun, ibunya meninggal dua saat Soeprijadi berusia 2 tahun yang kemudian Soeprijadi dirawat oleh kakeknya.

Soeprijadi menempuh pendidikan di Europesche Lagere School atau sekolah Hindia Belanda setingkat Sekolah Dasar di Indonesia. Kemudian meneruskannya ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau Sekolah Menengah Pertama di Madiun.

Soeprijadi melanjutkan pendidikannya di Sekolah Pamong Praja di Magelang, Jawa Timur.Di tengah pendidikannya itu, Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942 sehingga Soeprijadi putus sekolah.

Soeprijadi akhirnya menyelesaikan pendidikannya dengan mengikuti pelatihan di Seimendoyo di Tangerang, Banten pada tahun 1943. Selama bersekolah di Tangerang, Soeprijadi juga mengikuti pelatihan militer.

Setelah lulus sekolah, Soeprijadi bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) pada akhir 1943. Beliau menjalani pelatihan di sekolah perwira PETA di Tangerang dan menerima pangkat komandan peleton atau shodanco.

Pada awal tahun 1944, Soeprijadi dikirim ke Blitar, Jawa Timur dan kemudian menjadi pemimpin pasukan PETA Batalion Blitar di bawah kendali pemerintah militer Jepang.

Soeprijadi bersama rekan-rekan seperjuangannya melancarkan pemberontakan PETA Blitar karena prihatin melihat kesengsaraan rakyat Indonesia akibat penjajahan Jepang. Pada dini hari tanggal 14 Februari 1945, Soeprijadi memimpin pasukan PETA memberontak.

Mereka menembakkan mortir ke Hotel Sakura yang menjadi kediaman para perwira militer Jepang serta menyerang Markas Kempetai. Sayangnya, Jepang telah mengetahui dan dengan cepat mengirim pasukan militernya yang menyebabkan pasukan PETA dikalahkan.

Pasca kekalahan tersebut, Soeprijadi menghilang tanpa jejak. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan, Presiden Soekarno mengangkat Soeprijadi sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia yang pertama.

Tetapi karena keberadaannya belum diketahui, Presiden Soekarno melantik Muhammad Sulitoadikusumo sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan RI saat itu.

Misteri menghilangnya Soeprijadi secara misterius ini memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian ada yang meyakini Soeprijadi berhasil lolos dari tentara Jepang namun keberadaannya tidak diketahui.

Beberapa lainnya menyebut Soeprijadi telah tewas terbunuh oleh Jepang dalam pemberontakan PETA di Blitar.

Namun, tidak ada yang tahu di mana jasad dan kuburan Soeprijadi. Meskipun begitu, keberadaan Soeprijadi tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini. (anindya)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#blitar #pahlawan #Pemberontakan PETA #Soeprijadi