Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tragis, Bencana Angin Kencang di Blitar Tewaskan Satu Warga, Begini Kronologi dan Data Lokasi Desa yang Porak-Poranda

Fajar Ali Wardana • Minggu, 3 November 2024 | 03:54 WIB

 

SINERGI: Warga dan polisi ketika mengevakuasi pohon tumbang akibat angin kencang, Jumat (2/11/2024)
SINERGI: Warga dan polisi ketika mengevakuasi pohon tumbang akibat angin kencang, Jumat (2/11/2024)


BLITAR
- Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar, Jumat (2/11/2024). Dampaknya pohon-pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa beberapa rumah warga. Tragisnya warga Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, meninggal dunia usai tertimpa pohon tumbang.


Kapolsek Srengat AKP Randy Irawan mengatakan korban adalah Anis Khoirunnisa, 50, warga Dusun Demangan, Desa Dermojayan, Kabupaten Blitar. Pada saat itu korban sedang memberikan makan ayam di kandang, dan di saat yang sama terjadi hujan disertai angina kencang.


“Bencana ini mengakibatkan pohon wadang tumbang dan ambruk ke arah lokasi kejadian (kandang ayam, Red). Korban saat ini masih berada di rumah sakit Al Ittihad Srengat Blitar, dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Randy.


Berdasarkan pemeriksaan awal oleh dokter piket, tidak ditemukan luka terbuka. Meskipun begitu diduga korban mengalami luka dalam yang mengakibatkan kematian. Polisi, petugas BPBD dan masyarakat ikut melakukan pertolongan pertama bagi korban.


Randy melakukan proses pendataan, hasilnya pemilik kandang mengalami kerugian materil sebesar Rp 2 juta yang diakibatkan bencana di lokasi kejadian. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Raya Srengat yang juga masuk Desa Dermejayan hingga menutupi badan jalan. Usai kejadian, masyarakat langsung melakukan pembersihan.


“Setahu kami dua kejadian terjadi di Kecamatan Srengat. Kami juga masih mendata korban-korban yang terdampak bencana ini,” ungkapnya.


Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo Pambudi menjelaskan, dampak bencana angina juga terjadi di Kecamatan Wonodadi. Ada 3 desa yang terdampak, yakni Desa Kolomayan, Desa Pikatan dan Desa Tawangrejo.


“Dari 3 desa itu. Pohon tumbang ada yang menghalangi jalan, menimpa rumah, genteng dan asbes tersapu angin hingga tiang listrik juga ada yang roboh,” tutur Danang.


Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bertyanto mengaku masih terus melakukan asesmen daerah-daerah yang terdampak bencana angina kencang. Pihaknya juga mengerahkan petugas untuk membantu memberishkan material.


Untuk sementara ini, wilayah yang terkena dampak antara lain Kelurahan Wlingi, Desa Ngadirenggo, Desa Tegalasri di Kecamatan Wlingi; Desa Pikatan, Desa Tawangrejo dan Desa Kolomayan di Kecamatan Wonodadi; Desa Candirejo di Kecamatan Ponggok; Kelurahan Srengat di Kecamatan Srengat; dan Desa Ngaringan di Kecamatan Gandusari.

Baca Juga: Lima Kecamatan di Kabupaten Blitar Rawan Kekeringan, Begini Upaya BPDB Hadapi Potensi Bencana Tahun Ini


"Kami telah menurunkan personel untuk melakukan asesmen dan penanganan segera di lokasi terdampak. Koordinasi dengan dinas terkait juga dilakukan untuk memastikan semua berjalan lancar," pungkasnya.(jar/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#blitar #bencana #hujan