Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kenang Sosok Kiai Samandiman, Pembuat Pecut Legendaris di Blitar

Ifa Ma'rifatul Maula • Jumat, 14 Februari 2025 | 00:00 WIB
Patung Pecut Samandimun di Ponggok, Kabupaten Blitar.
Patung Pecut Samandimun di Ponggok, Kabupaten Blitar.

 

BLITAR – Desa/Kecamatan Ponggok memiliki ruang terbuka hijau baru di pusat pemerintahan desa yang diberi nama Taman Pecut. Persis berada di samping Pendapa Desa Ponggok, di taman ini berdiri sebuah monumen ikonik berbentuk cambuk yang diabadikan dari legenda Pecut Samandiman. Konon, pecut itu dikenal sangat sakti dan bisa membelah aliran lahar Gunung Kelud.

Monumen Pecut Samandiman didirikan untuk mengenang sosok pembuat pecut legendaris, yaitu Kiai Samandiman atau Mbah Samandiman, yang makamnya terletak di Desa Ponggok. “Makam Mbah Samandiman kan terletak di desa ini, dan patung pecut ini tidak hanya di Kota Blitar saja,” ujar Abdul Rasid, warga setempat.

Seperti diketahui, Taman Pecut yang ada di Kota Blitar merupakan simbol bahwa Pecut  Samandiman pernah digunakan oleh bupati ketiga Blitar yakni KPH Sosrohadinegoro, yang memiliki julukan Kanjeng Jimat. Pada saat itu terjadi letusan Gunung Kelud hingga laharnya sampai ke pendapa yang ada di utara Alun-Alun Blitar. Saat pecut tersebut dihempaskan, lahar tersebut terbelah.


Di Desa Ponggok, berdirinya Monumen Pecut Samandiman merupakan inisiatif perangkat desa dan masyarakat. Selain untuk melestarikan sejarah dengan dibangunnya monumen ikonik berbentuk cambuk di Taman Pecut, lokasi ini juga bisa menjadi tempat wisata baru bagi masyarakat. Rencananya, Taman Pecut ini dipercantik lagi dengan beraneka warna lampu supaya masyarakat Desa Ponggok dan sekitarnya bisa menikmati suasana malam dan menjadi hiburan.

Selama ini, seputar cerita Pecut Samandiman terdapat banyak versi yang bisa ditemukan di wilayah Ponorogo, Kediri, dan Blitar. Pecut Samandiman di Ponorogo adalah pusaka berupa cambuk yang berasal dari Ponorogo, yang dimiliki oleh Raja Klono Sewandono, serta memiliki kesaktian untuk mengalahkan lawannya yakni Singo Barong. “Kalau di Blitar, pecut ini dulu dibawa oleh bupati ketiga Blitar,” ungkap Nur Hariyanto, seorang pegiat sejarah asal Srengat.

 Baca Juga: Semarak Ritual Cap Go Meh di Kota Blitar, Ada Pertunjukkan Tari Barongsai hingga Liangliong

Pecut Samandiman juga diperkenalkan dalam kesenian reog, terutama Reog Ponorogo. Menurut ceritanya, Pecut Samandiman tidak diayunkan langsung mengenai objeknya, tetapi dipecutkan ke tanah, termasuk dalam pergelaran Reog Ponorogo. (mg3/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Taman Pecut Ponggok #Monumen Pecut Samandiman #Kiai Samandiman