Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Waspada Takjil Berbahan Kimia, Dinkes Kota Blitar Segera Lakukan Cek Keamanan Pangan

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 4 Maret 2025 | 15:00 WIB
PUSAT KULINER: Pasar takjil di Jalan Kenanga bakal disidak untuk memastikan keamanan pangan.
PUSAT KULINER: Pasar takjil di Jalan Kenanga bakal disidak untuk memastikan keamanan pangan.

 

BLITAR – Memasuki bulan suci Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengambil langkah serius untuk memastikan keamanan pangan, khususnya takjil yang dijual di berbagai lokasi. Salah satunya memperketat pengawasan langsung ke lapangan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Blitar, Endang Purwono mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan pelatihan kepada pelaku usaha terkait standar keamanan pangan.

“Kami sudah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku usaha, termasuk pengusaha depo air minum serta pengolah makanan skala kecil. Hal ini dilakukan agar mereka memahami pentingnya keamanan pangan,” ungkapnya, Selasa (3/3/2025). 

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan supervisi ke sejumlah titik penjualan takjil, seperti di Jalan Kenanga dan Pasar Legi lantai dua. Pengawasan ini akan melibatkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri untuk melakukan uji sampel makanan secara langsung di lokasi. 

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, tak banyak temuan zat berbahaya dalam takjil yang dijual di Kota Blitar. Namun, pengawasan tetap perlu terus dilakukan.

“Tahun lalu tidak banyak laporan terkait zat berbahaya. Keluhan yang muncul lebih kepada rasa, seperti kurang pedas atau kurang manis, karena sebagian besar takjil dibuat secara fresh dan yang memasak juga sedang berpuasa jadi rasanya kurang optimal,” jelasnya.

Menurut dia, ada tantangan dalam memastikan keamanan takjil. Tidak semua pedagang yang menjual takjil adalah produsen langsung dari makanan tersebut. “Kami sudah mengumpulkan dan memberikan pembinaan kepada mereka terkait keamanan pangan. Sebagian besar yang mengikuti pelatihan juga telah mendapatkan sertifikat izin laik konsumsi untuk produk makanan dan minuman mereka,” bebernya.

Sayangnya, jumlah pelaku usaha yang mendapatkan pembinaan masih belum sebanding dengan jumlah pedagang yang berjualan. Banyak produk makanan olahan rumahan yang dititipkan ke pedagang masih sulit untuk dipantau kualitasnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam membeli takjil. “Hati-hati dalam memilih takjil. Perhatikan warna dan kualitas makanan sebelum membeli demi keamanan dan kesehatan keluarga,” pungkasnya. (ham/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#keamanan pangan #bpom #dinkes kota blitar #Balai Pengawas Obat dan Makanan #takjil