BLITAR - Siapa sangka, gadis yang dulunya enggan mengenal dunia tari meskipun dari keluarga seniman, kini justru dikenal sebagai salah satu penari muda berbakat dari Kabupaten Blitar. Dialah Lais Lintang Gendis Mega Putri, salah satu pelajar SMA Negeri 4 Blitar.
Dia sedang sibuk mempersiapkan diri mengikuti ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMA 2025.
“Awalnya malah nggak suka nari, Mas. Padahal keluarga semuanya penari dan seniman. Bahkan saya sempat coba hal lain, sempat ke olahraga juga,” tutur Gendis, sapaan akrabnya, saat ditemui Koran ini di rumahnya, di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.
Namun, darah seni memang tak bisa dibohongi. Meski sempat lebih fokus di dunia olahraga, Gendis tak bisa lepas dari dunia panggung.
Sejak TK, dia sudah kerap tampil di berbagai acara dan lomba tari. Meskipun begitu, dia mulai benar-benar menekuni dunia tari sejak kelas 4 SD.
Dari situ, dia mulai sering ikut lomba-lomba dan pelan-pelan jatuh cinta dengan dunia menari.
Tahun demi tahun, prestasi Gendis makin bersinar. Dia pernah menjadi Duta Tari Kota Blitar dan tampil di berbagai panggung besar, termasuk mewakili Blitar dalam event nasional di Banjarmasin pada 2024, dan di Jakarta sebagai perwakilan Jawa Timur. Dua hal itu menjadi momen yang berkesan dan tak terlupakan baginya.
“Kalau lomba tingkat nasional belum pernah menang. Karena lomba tari hanya ada sampai level provinsi. Tapi, saya bersyukur pernah tampil sebagai Duta Tari Blitar di ajang nasional,” ujar gadis berambut panjang itu.
Terbaru, Gendis akan kembali bertarung di FLS2N tingkat SMA.
Dia mengaku persaingan makin ketat, terutama dari daerah-daerah seperti Ponorogo, Tulungagung, dan Lumajang. Menurutnya, ajang ini bisa sampai tingkat internasional sehingga persiapannya harus maksimal. Tentu dia ingin bisa juara dan mewakili Jawa Timur.
Cita-cita Gendis sederhana. Dia ingin bisa meraih juara di FLS2N dan terus membanggakan Blitar lewat gerak tubuhnya yang anggun.
Baca Juga: Lagi, Masalah Jalan Rusak di Jalur Lingkar Gunung Kelud Blitar Ganggu Pengendara, Ini Titiknya
Di balik keanggunan gerakannya, Gendis menyimpan tekad kuat. Dia bukan sekadar menari, melainkan juga merawat warisan budaya yang diwariskan keluarganya.
Gendis menari bukan hanya untuk menang, melainkan untuk menghidupkan kembali tradisi yang nyaris terlupakan.
“Yang belum terwujud ya itu tadi, ingin juara FLS2N. Kalau untuk tampil di event-event sih alhamdulillah sudah sering. Tinggal itu satu harapan yang masih saya perjuangkan,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah