BLITAR – Nama Blitar sudah melekat sebagai kota makam Bung Karno di telinga masyarakat. Blitar merupakan sebuah wilayah yang menyimpan banyak jejak sejarah pada masa penjajahan Jepang hingga Kolonial.
Termasuk salah satu saksi bisu perjuangan Bung Karno, yakni Rumah Bersejarah Istana Gebang.
Rumah ini dibangun pada tahun 1885, jauh sebelum Bung Karno dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia.
Terletak di Desa Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kabupaten Blitar, rumah ini menjadi saksi bisu lahirnya banyak gagasan besar yang kemudian mengantarkan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Disebut sebagai “Rumah Bangsa”, Istana Gebang adalah tempat di mana banyak pemimpin bangsa bertukar pikiran, berdiskusi, dan merumuskan ide-ide pergerakan nasional.
Bung Karno sendiri menamai rumah ini dengan sebutan “Istana Gebang”, merujuk pada banyaknya pohon gebang yang tumbuh di sekitar kawasan tersebut.
Keaslian bangunan masih sangat terjaga. Dinding-dinding rumah, struktur kayu, dan tata ruangnya tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya, meskipun usia rumah sudah lebih dari satu abad.
Keberadaan Istana Gebang tidak bisa terlepas dari peran Ida Ayu Nyoman Rai, ibunda Bung Karno, yang dikenal sebagai sosok perempuan tangguh dan berjiwa nasionalisme.
Beliau selalu menanamkan keberanian dan jiwa perjuangan kepada anak-anak muda yang berkunjung ke rumah ini. Sikap tegas dan nasionalisme tinggi yang dimiliki Bung Karno tidak lepas dari didikan ibundanya di rumah ini.
Selain itu, Istana Gebang juga memiliki keterkaitan dengan peristiwa bersejarah Pemberontakan PETA pada 14 Februari 1945. Beberapa tokoh PETA, termasuk Supriyadi, diketahui pernah datang ke rumah ini untuk meminta restu Bung Karno.
Meski awalnya Bung Karno melarang pemberontakan, semangat cinta tanah air membuat gerakan itu tetap berjalan, menjadi pemantik percepatan kemerdekaan Indonesia.
Hingga kini, Istana Gebang tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah di Blitar, tetapi juga simbol nasionalisme.
Di dalam rumah ini masih tersimpan berbagai benda peninggalan bersejarah, termasuk gamelan, lukisan, serta lumpang yang digunakan pada masa lalu.
Kunjungan ke Istana Gebang memberikan pengalaman unik bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dekat sejarah pergerakan bangsa.
Rumah ini adalah bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan lahir dari tempat-tempat sederhana namun penuh makna.
Seperti kata Bung Karno, “Indonesia bukan milik satu golongan, agama, atau suku, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.”
Editor : M. Subchan Abdullah