Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Polkesma Kampus Blitar Bentuk Kader Keluarga Peduli di Desa Karangrejo Cegah Diabetes

Fajar Ali Wardana • Senin, 28 Juli 2025 | 19:18 WIB

⁠Polkesma Kampus Blitar Bentuk Kader Keluarga Peduli di Desa Karangrejo Cegah Diabetes
⁠Polkesma Kampus Blitar Bentuk Kader Keluarga Peduli di Desa Karangrejo Cegah Diabetes

BLITAR – Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) Progam Studi D-3 Keperawatan Kampus 3 Blitar menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar dan Puskesmas Garum dalam program pengabdian masyarakat. Mereka membentuk kelompok keluarga peduli diabetes melitus pada Rabu (23/7/2025).

Program ini menjadi bagian dari penguatan implementasi pendekatan keluarga dalam mewujudkan masyarakat sehat melalui pemberdayaan warga.

Selain itu, program ini berfokus pada penanganan dan pencegahan diabetes melitus. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, ini menjadi yang terakhir dari rangkaian pengabdian masyarakat.

Dosen D-3 Keperawatan Polkesma Malang, Mujito mengatakan, kelompok yang dibentuk akan bertugas melakukan edukasi, deteksi dini gula darah, hingga mendampingi keluarga penderita diabetes di wilayah Desa Karangrejo.

“Kelompok ini dibentuk dengan SK kepala desa dan memiliki struktur lengkap, mulai dari pembina, penanggung jawab, ketua, bendahara, hingga kader. Harapannya mereka jadi motor penggerak hidup sehat di masyarakat,” jelasnya yang juga bertindak sebagai sekretaris program pembinaan wilayah tersebut.

Mujito menyebut, usai kegiatan pengabdian masyarakat ini, Polkesma tidak tinggal diam. Mereka akan terus memonitoring kegiatan kader tersebut. Bahkan, dia siap untuk datang jika masyarakat memintanya untuk melakukan pencegahan dan edukasi diabetes melitus.

Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Polkesma dan Dinkes Blitar dalam upaya jangka panjang memberantas diabetes di tingkat desa.

“Kader ini nanti jadi ujung tombak, bisa memberi edukasi pencegahan ke masyarakat dan pendampingan bagi penderita,” ucapnya.

Perawat Puskesmas Garum, Pinanggya menegaskan, kegiatan akan terus dimonitor setidaknya hingga tiga tahun ke depan. Monitoring dilakukan oleh puskesmas dan Polkesma secara berkala. “Minimal setiap tiga bulan harus ada kegiatan edukasi dan deteksi dini,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Karangrejo, Jamali, berharap kehadiran kader dapat menjadi solusi untuk menekan angka penderita diabetes.

Sebab selama ini masih banyak warga yang belum paham tentang diabetes. “Semoga dengan adanya kader, mereka bisa lebih sadar dan teredukasi,” ujarnya.

Adinda Melani Putri, 23, mengaku antusias untuk mengikuti kegiatan dari Polkesma. Bahkan, dia juga menjadi kader diabetes melitus.

“Saya bisa langsung mendampingi warga yang tidak sempat datang ke posyandu. Banyak warga yang baru tahu kalau mereka menderita diabetes,” tuturnya. (jar/c1/ynu) (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#dinkes #Kabupaten Blitar #malang #diabetes #polkesma #Kota Blitar