RADAR BLITAR - Siapa sangka, buku karya anak Blitar berjudul Wayang Potehi of Java kini hadir di lebih dari 350 perpustakaan nasional dan universitas terkemuka di dunia.
Bukan hanya jadi referensi budaya, buku ini juga menjadi alat diplomasi budaya Indonesia yang dihargai kalangan akademisi internasional.
Penulis buku Wayang Potehi of Java, Ardian Purwoseputro, tak pernah menyangka bahwa karyanya kini menghuni rak-rak istimewa di berbagai perpustakaan dunia.
Mulai dari National Library of Singapore, British Library di Inggris, hingga Library of Congress di Amerika Serikat. Totalnya, lebih dari 350 perpustakaan telah mengoleksi buku & jurnal yang mereview buku ini.
“Yang paling membanggakan, buku ini diterima dan diapresiasi di 10 universitas terbaik dunia seperti Oxford, Harvard, Cambridge, hingga Berkeley,” ujar Ardian.
Tak hanya universitas, buku ini juga berada di perpustakaan prestisius seperti Perpustakaan Nasional Prancis, New York Public Library sampai Perpustakaan Nasional Israel.
Menurut Ardian, semua ini ia sadari belakangan, setelah 10 tahun buku tersebut diterbitkan. Ia menemukan datanya melalui berbagai katalog resmi seperti WorldCat dan sistem perpustakaan digital internasional.
Tak hanya sebagai bacaan, buku ini membuka jalan diplomasi budaya. Ardian beberapa kali diundang ke kampus-kampus dan museum luar negeri, seperti Taisho University di Jepang, George Town Festival, Taiwan National University of Arts sebagai pembicara bersama dengan peneliti dan akademsi internasional lainnya Buku ini juga mendorong lahirnya penelitian budaya di Gudo, Kabupaten Jombang—daerah yang menjadi latar utama buku Wayang Potehi of Java.
Karya Ardian bahkan diresensi dan direview di jurnal ilmiah internasional oleh tokoh-tokoh akademik dunia, termasuk Claudine Salmon dari Prancis dan lembaga penelitian KITLV Leiden di Belanda.
Ia menambahkan bahwa, buku Wayang Potehi of Java ini juga diterbitkan oleh penerbit Internasional yakni Afterhours Books.
“Ini bukan sekadar buku, tapi bagian dari diplomasi budaya. Cara halus untuk meredam konflik, sekaligus memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia ke dunia,” pungkasnya.(ang)
Editor : Anggi Septian A.P.