Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Gunung Kelud: Dari Kutukan Jadi Sumber Kehidupan

Bherliana Naysila Putri Suwandi • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 02:05 WIB
Sejarah Gunung Kelud bukan hanya berkisah tentang bencana dahsyat yang pernah mengguncang Jawa Timur, tetapi juga tentang bagaimana alam menyembuhkan diri dan memberi kehidupan baru
Sejarah Gunung Kelud bukan hanya berkisah tentang bencana dahsyat yang pernah mengguncang Jawa Timur, tetapi juga tentang bagaimana alam menyembuhkan diri dan memberi kehidupan baru

BLITAR – Sejarah Gunung Kelud bukan hanya berkisah tentang bencana dahsyat yang pernah mengguncang Jawa Timur, tetapi juga tentang bagaimana alam menyembuhkan diri dan memberi kehidupan baru. Gunung yang melegenda ini kerap dikaitkan dengan kutukan Lembu Suro, namun di balik letusannya yang mematikan, Kelud justru menjadi sumber kesuburan tanah yang luar biasa.

Sejarah Gunung Kelud selalu memikat untuk dibahas. Letusan yang berulang kali terjadi dalam ratusan tahun terakhir membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar. Abu vulkaniknya pernah dianggap sebagai murka alam, bahkan kutukan, seperti dalam kisah pertempuran batin antara Lembu Suro dan Dewi Kilisuci. Namun, tanpa disadari, material vulkanik itu menyimpan unsur hara yang menjadikan tanah di kaki Kelud subur dan produktif.

Bagi penduduk yang tinggal di sekitar lereng, sejarah Gunung Kelud adalah cerita tentang keseimbangan. Ketika bencana menghancurkan rumah dan ladang, beberapa tahun kemudian, tanah yang sama berubah menjadi hamparan hijau subur dengan hasil pertanian yang melimpah. Inilah siklus alami yang membuat masyarakat menghormati sekaligus mewaspadai gunung ini.

Baca Juga: Mantan PMI Blitar Ikut Pelatihan Kewirausahaan Interior Rumah di Workshop Disma House

Letusan yang Mengubah Segalanya

Sepanjang sejarahnya, Gunung Kelud telah meletus puluhan kali. Salah satu yang paling dahsyat tercatat pada tahun 1919, menelan ribuan korban jiwa dan memusnahkan desa-desa di sekitarnya. Letusan tahun 1990 dan 2014 juga meninggalkan jejak kerusakan besar. Namun, dari setiap bencana, muncul pula harapan baru: tanah yang gembur, cocok untuk menanam sayuran, kopi, tebu, hingga cengkeh.

Peneliti vulkanologi menyebut bahwa abu vulkanik Kelud kaya akan mineral seperti kalium dan fosfor, yang sangat dibutuhkan tanaman. Tak heran jika daerah-daerah seperti Ngancar, Wates, dan Semen kini menjadi sentra pertanian unggulan di Kediri dan Blitar.

Dari Kutukan Menjadi Berkah

Legenda Lembu Suro yang mengutuk Kerajaan Kediri melalui letusan Kelud memang masih hidup di benak warga. Namun, masyarakat modern menafsirkan ulang kutukan itu sebagai simbol keseimbangan alam—bahwa setiap kehancuran akan memberi ruang bagi kehidupan baru.

Baca Juga: Disnaker Kabupaten Blitar Gelar Pelatihan Masakan Unggas, Hasilnya Dapat Sertifikat Nasional

Banyak petani justru menantikan “masa subur pasca-letusan” untuk memulai tanam besar-besaran. Air dari kawah Kelud yang mengalir ke sungai-sungai kecil juga menjadi sumber irigasi alami yang sangat membantu di musim kemarau.

Harmoni Alam dan Kehidupan Manusia

Sejarah Gunung Kelud mengajarkan bahwa manusia harus hidup berdampingan dengan alam, bukan melawannya. Di banyak desa, tradisi selamatan atau sesaji masih dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan. Pemerintah daerah pun memanfaatkan potensi ini untuk mengembangkan wisata edukasi vulkanologi dan agrowisata.

Kini, kawasan sekitar Kelud tidak hanya dikenal sebagai daerah rawan bencana, tetapi juga sebagai destinasi wisata alam yang indah. Hamparan kebun, udara sejuk, serta panorama kawah menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca Juga: Warung Makti Blitar: Sensasi Kuliner Ikan Segar dari Sungai Brantas yang Bikin Ketagihan

Sejarah yang Terus Menjadi Pelajaran

Bagi masyarakat Blitar, Kediri, dan Malang, Kelud adalah pengingat bahwa di balik kehancuran selalu ada kesempatan untuk bangkit. Kutukan dalam legenda mungkin terdengar menakutkan, tetapi kenyataannya, gunung ini telah memberi kehidupan bagi ribuan keluarga petani.

Sejarah Gunung Kelud pun menjadi warisan yang tidak hanya diceritakan di buku pelajaran atau dongeng rakyat, tetapi juga dirasakan setiap kali tanah subur di kaki gunung ini menghidupi manusia dan alam di sekitarnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#sejarah blitar #gunung kelud