BLITAR – Rambut Monte di Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu situs bersejarah sekaligus wisata spiritual. Tidak hanya telaga dan mitos ikan dewa, kawasan ini juga menyimpan jejak penting dari era Majapahit.
Situs Rambut Monte memiliki peninggalan berupa candi kecil, patirtan atau pemandian suci, serta kisah mistis tentang putri dan dayang-dayang gaib. Unsur sejarah dan legenda itu berpadu, menjadikannya destinasi unik yang menarik bagi pecinta budaya dan spiritualitas.
Fenomena ini sempat diulas kanal Asa Dua Dunia, yang menyebut Rambut Monte sebagai situs sakral dengan kemungkinan lebih tua dari masa Majapahit.
Baca Juga: Serapan APBD 2025 Kabupaten Blitar Masih 48 Persen, Ini Faktor Penyebabnya
Jejak Candi dan Peninggalan Majapahit
Di kompleks Rambut Monte terdapat candi kecil berbahan batu andesit. Arkeolog meyakini bangunan ini peninggalan Kerajaan Majapahit, yang dulunya dipakai sebagai tempat ritual keagamaan.
Relief sederhana dan struktur bangunan menunjukkan gaya khas Majapahit akhir. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai simbol bahwa Rambut Monte pernah menjadi pusat kegiatan spiritual pada masa itu.
Selain candi, ditemukan pula struktur bata merah yang diduga lebih tua dari Majapahit. Hal ini memunculkan dugaan bahwa situs Rambut Monte sudah ada sejak era sebelum kerajaan besar itu berdiri.
Baca Juga: Menteri Nusron dan Wamen Ossy Ikuti Rangkaian Lengkap Upacara HUT ke-80 RI
Patirtan Rambut Monte
Tidak jauh dari candi, terdapat patirtan atau kolam suci yang berfungsi sebagai tempat pembersihan diri. Dalam tradisi Jawa-Hindu, patirtan memiliki makna spiritual sebagai ruang penyucian lahir batin sebelum memasuki area sakral.
Air yang mengalir di Rambut Monte dianggap suci. Selain jernih, sumber air ini tidak pernah kering meski musim kemarau panjang. Hal tersebut membuatnya dipandang sebagai anugerah sekaligus simbol kesucian.
Hingga kini, banyak orang masih datang untuk membasuh wajah, tangan, atau mandi di area patirtan. Mereka percaya ritual ini bisa membersihkan energi negatif sekaligus menenangkan hati.
Baca Juga: Kota Blitar Mulai Realisasikan Jadi Pusat Perdagangan usai Jalin Kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta
Legenda Putri dan Dayang-Dayang Gaib
Selain peninggalan sejarah, Rambut Monte juga erat dengan legenda. Konon, di kawasan ini pernah hidup seorang putri cantik yang dijaga oleh para dayang gaib.
Mitos menyebutkan, pada waktu tertentu masih ada pengunjung yang melihat penampakan perempuan berbusana Jawa kuno berjalan di sekitar telaga. Ada yang menafsirkannya sebagai penunggu gaib yang menjaga kesucian Rambut Monte.
Cerita turun-temurun ini membuat Rambut Monte semakin dikenal bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai ruang mistis yang penuh misteri.
Baca Juga: Petaka Pesta Miras di Kota Blitar, Dua Pembunuh Sempat Kabur usai Habisi Korban
Situs Lebih Tua dari Majapahit?
Kanal Asa Dua Dunia juga menyinggung kemungkinan bahwa Rambut Monte berusia lebih tua dari Majapahit. Dugaan ini muncul dari struktur bata merah yang ditemukan, mirip dengan peninggalan era Kediri atau bahkan sebelumnya.
Jika benar, Rambut Monte bisa menjadi salah satu situs penting dalam memahami perkembangan spiritualitas Jawa kuno. Dari tempat pemujaan lokal, kemudian berkembang menjadi patirtan Majapahit, hingga kini menjadi warisan budaya yang hidup.
Hal ini membuka ruang penelitian lebih lanjut bagi arkeolog dan sejarawan. Rambut Monte tidak hanya soal mitos ikan dewa, tetapi juga cerminan perjalanan panjang peradaban Jawa.
Baca Juga: Pemkot Blitar Pastikan Fokus Benahi RSUD Mardi Waluyo, Wali Kota Mas Ibin: Kami Terus Monitoring
Warisan Budaya dan Spiritual
Hari ini, Rambut Monte menjadi titik temu antara wisata, budaya, dan spiritualitas. Wisatawan datang untuk menikmati pemandangan, sejarawan meneliti peninggalan, sementara sebagian orang mencari pengalaman mistis.
Keberagaman fungsi ini membuat Rambut Monte terus relevan. Di satu sisi, ia menjadi warisan sejarah Majapahit yang patut dilestarikan. Di sisi lain, ia tetap hidup dalam kepercayaan masyarakat lewat mitos dan legenda.
Bagi warga Blitar, Rambut Monte adalah simbol kebanggaan. Sebuah warisan leluhur yang tidak hanya cantik secara alamiah, tetapi juga kaya akan cerita dan makna.
Editor : Anggi Septian A.P.