BLITAR – SMPN 4 Blitar menjadi salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 850 siswa mendapat jatah makanan bergizi tersebut.
Namun, di momen perdana Selasa (19/8/2025), distribusi sebagian MBG mengalami keterlambatan. Yang seharusnya dijadwalkan tiba pukul 09.30, molor hingga satu jam. Akibatnya, siswa harus rela menunggu demi seporsi MBG tersebut.
Meski begitu, pihak sekolah memaklumi keterlambatan tersebut lantaran masih perdana. Pihaknya berharap hal ini tidak terulang lagi pada distribusi berikutnya dan menjadi bahan evaluasi.
”Ya karena perdana, mungkin masih pemetaan lokasi. Kami berharap besok sudah sesuai jadwal,” kata Kepala SMPN 4 Kota Blitar, Dijah Rumanti Srisusilaningtyas, Selasa (19/8/2025).
Kendati terlambat, seluruh porsi MBG berhasil terdistribusi kepada para penerima manfaat. Total ada 849 siswa dan seorang ibu hamil yang menerima MBG sehingga total keseluruhan penerima ada 850 orang. “Di sini, ada satu ibu hamil yang termasuk penerima manfaat,” ujarnya.
Dijah menyebut antusiasme siswa cukup tinggi. Para siswa merasa senang dengan adanya program nasional MBG ini. Namun, dia berharap ada evaluasi dari tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pelaksanaan lebih baik ke depan.
“Kami ingin penerima manfaat benar-benar merasakan manfaat dari program MBG. Jadi, distribusi harus lebih diperhatikan, jangan sampai molor. Kami juga sudah berdiskusi dengan tim SPPG terkait hal ini,” jelasnya.
Menurut dia, ketepatan waktu distribusi sangat penting karena berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Jika terlambat akan menggangu jam belajar peserta didik. “Jam makan anak-anak yang mundur, akhirnya bisa mengganggu pembelajarannya. Besok (hari ini, Red) insya Allah ada evaluasi supaya sesuai jadwal yang disampaikan,” tambahnya.
Pada prinsipnya, sekolah mendukung pelaksanaan program MBG. Namun, jadwal distribusi juga penting diperhatikan tanpa mengganggu jam belajar para siswa. “Prinsipnya, MBG dimanfaatkan untuk jam makan sehingga anak-anak tetap fokus belajar,” katanya.
Sementara itu, petugas SPPG, Ahmad Habibi, menyatakan bahwa keterlambatan ini terjadi karena masih tahap penyesuaian. Dia berjanji akan melakukan evaluasi dan mendistribusikan sesuai jadwal.
”Karena perdana, perlu adaptasi. Tapi harus ada evaluasi agar ke depan lebih baik dalam penjadwalan dan tidak menimbulkan molor,” ujarnya.(mg2/c1/sub)