BLITAR - Senyum lebar selalu mengiringi langkah Brigpol Riska Elvyanna saat menjadi pembawa acara di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, Minggu (31/8) lalu.
Polwan berusia 29 tahun itu dikenal ramah, mudah bergaul, dan supel.
Tak heran kehadirannya sebagai bhabinkamtibmas sejak April 2024 membuat masyarakat merasa memiliki sahabat baru dari kepolisian.
“Kalau saya pribadi orangnya ekstrover, jadi senang sekali kalau bisa sering kumpul dengan masyarakat. Itu seperti energi tambahan buat saya, dan itu mungkin jadi pembeda dari bhabinkamtibmas yang lain,” tutur Riska kepada Jawa Pos Radar Blitar.
Bukan sekadar menjalankan tugas binmas, Riska kerap hadir dalam kegiatan desa, mulai dari acara resmi hingga kegiatan sosial.
Bahkan tidak jarang warga memintanya menjadi pembawa acara di hajatan desa atau forum resmi forkopimcam.
Dengan gaya komunikasinya yang hangat, Riska mampu menjembatani warga dengan pihak kepolisian.
Perjalanan Riska menjadi polwan tidaklah mudah.
Berasal dari keluarga sederhana, dia sempat diragukan bisa menembus seleksi.
Namun, berkat tekad dan kerja keras, dia membuktikan bahwa masuk kepolisian bisa dilakukan tanpa uang.
“Dulu banyak yang bilang masuk polisi harus ada uang. Tapi saya membuktikan, tanpa itu pun bisa, asal benar-benar berusaha.
Bahkan, saya berangkat seleksi ke Surabaya, langsung diantarkan ayah dengan sepeda motor,” kenangnya.
Riska juga dikenal aktif di media sosial. Hampir setiap kegiatan bhabinkamtibmas, dia dokumentasikan.
Lalu dibagikan di sosial media agar masyarakat lebih mengenal sisi humanis polisi.
Baginya, media sosial itu sarana komunikasi juga sehingga masyarakat tidak hanya melihat polisi saat razia atau operasi, tapi juga saat mendampingi anak-anak sekolah, kerja bakti, atau membantu kegiatan sosial yang lain.
Kiprahnya mendapat apresiasi dari instansinya. Riska dinobatkan sebagai bhabinkamtibmas teraktif tingkat Polres Blitar dan sempat mewakili ke Polda Jatim.
Namun, di balik penghargaan itu, dia tetap rendah hati.
Baginya, penghargaan terbesar justru ketika masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran polisi.
“Saya ingin masyarakat mengenal polisi dari sisi yang baik. Polisi itu bisa dekat, bisa jadi sahabat, dan bisa melindungi dengan hati,” pungkasnya. (jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah