Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Legenda Lembu Suro dan Gunung Kelud: Mitos Kutukan yang Bikin Kediri Jadi Sungai

Anggi Septiani • Jumat, 12 September 2025 | 06:40 WIB

Legenda Lembu Suro dan Gunung Kelud: Mitos Kutukan yang Bikin Kediri Jadi Sungai
Legenda Lembu Suro dan Gunung Kelud: Mitos Kutukan yang Bikin Kediri Jadi Sungai

BLITAR-Gunung Kelud di Jawa Timur bukan hanya dikenal sebagai gunung berapi paling aktif di Indonesia.

Gunung ini juga lekat dengan kisah legenda Lembu Suro yang disebut-sebut menjadi penyebab mistis setiap letusannya.

Masyarakat Kediri, Blitar, dan Tulungagung sudah akrab dengan cerita sumpah Lembu Suro.

Baca Juga: Polisi Ungkap Modus Penjualan Budi Daya Ganja Warga Blitar, Kapolres: Dijual Batangan-Kiloan ke Malang

Dalam kutukan itu disebutkan, Kediri akan menjadi sungai, Blitar menjadi daratan luas, dan Tulungagung menjelma gedung raksasa.

Kisah mistis ini sudah diwariskan turun-temurun sejak berabad-abad lalu.

Setiap kali Gunung Kelud meletus, masyarakat setempat selalu mengaitkannya dengan sumpah Lembu Suro.

Baca Juga: Setengah Karyawan Gen Z, Begini Cara Lizzie Parra Kelola Tim BLP Beauty Biar Tetap Produktif!

Asal-usul Kutukan Lembu Suro

Menurut cerita rakyat, Lembu Suro adalah makhluk berkepala lembu yang jatuh cinta pada seorang putri cantik bernama Dewi Kilisuci.

Namun cintanya ditolak dengan cara licik melalui sayembara sumur di puncak Gunung Kelud.

Dewi Kilisuci meminta Lembu Suro membuat dua sumur dalam semalam.

Baca Juga: Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 September 2025 Belum Merata, Banyak KPM Belum Dapat

Meski berhasil, ia tetap ditolak dan ditimbun hidup-hidup bersama Raja Mahisasura.

Saat ditimbun, Lembu Suro mengucapkan sumpah serapah yang terkenal hingga kini.

“Yoh Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung dadi gedung,” begitu isi kutukan tersebut.

Baca Juga: Program PKH Dorong Penerima Manfaat Jadi Mandiri Lewat Usaha Kecil

Gunung Kelud Meletus Lebih dari 30 Kali

Sejak abad ke-10, Gunung Kelud sudah meletus lebih dari 30 kali.

Letusan terhebatnya bahkan mencapai skala vulkanik 5 VEI yang sanggup melumpuhkan aktivitas Jawa Timur.

Baca Juga: Bocoran Bantuan Tambahan Selain PKH dan BPNT yang Cair September 2025

Letusan terakhir terjadi pada Februari 2014.

Awan panas, abu vulkanik, dan material letusan melumpuhkan berbagai kota hingga Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Tak heran jika masyarakat semakin percaya bahwa letusan itu ada kaitannya dengan sumpah Lembu Suro.

Baca Juga: Bocoran Bantuan Tambahan Selain PKH dan BPNT yang Cair September 2025

Legenda ini semakin kuat karena setiap erupsi Kelud selalu membawa perubahan besar di Nusantara.

Misteri yang Masih Dipercaya Warga

Warga di sekitar lereng Kelud sampai kini masih memegang erat keyakinan akan kutukan Lembu Suro.

Bahkan mereka mengadakan ritual adat setiap bulan Suro sebagai upaya menolak bala.

Baca Juga: Bocoran Bantuan Tambahan Selain PKH dan BPNT yang Cair September 2025

Ritual tersebut dikenal dengan sebutan Wage Keramat.

Warga berkumpul, berdoa, dan memberikan sesaji agar Gunung Kelud tidakmarahlagi.

Seorang sesepuh desa di Kecamatan Ngancar, Kediri, menuturkan bahwa legenda ini tidak bisa dilepaskan dari kehidupan warga.

Baca Juga: 22 Tahun Setia di BPN! Kisah Harrison Mocodompis yang Anggap Kerja Sebagai Ibadah

Sejak kecil kami diajarkan bahwa letusan Kelud adalah bagian dari sumpah Lembu Suro.

Meski ada penjelasan ilmiah, mitos ini tetap hidup,” ujarnya.

Kekuatan Mistis yang Jadi Daya Tarik

Baca Juga: “Surga Tersembunyi di Blitar”, Pesona Wisata Sirah Kencong Bikin Wisatawan Ogah Pulang

Bagi wisatawan, misteri Lembu Suro justru menjadi daya tarik tersendiri.

Banyak pengunjung datang ke Kelud bukan hanya untuk melihat kawah, tetapi juga mendengar kisah-kisah mistis yang melekat.

Beberapa pemandu wisata bahkan menyebut adanya buaya putih penunggu kawah.

Baca Juga: “Surga Tersembunyi di Blitar”, Pesona Wisata Sirah Kencong Bikin Wisatawan Ogah Pulang

Konon, buaya itu adalah jelmaan dua bidadari yang dikutuk karena melakukan perbuatan tercela.

Kisah-kisah seperti inilah yang membuat Gunung Kelud berbeda dari gunung berapi lain.

Ia bukan sekadar fenomena alam, tapi juga menyimpan lapisan cerita budaya dan spiritual.

Baca Juga: Heboh! Ada Keranjang Sultan di Tengah Kebun Teh Sirah Kencong Blitar, Jadi Spot Selfie Favorit

Legenda yang Tak Pernah Pudar

Hingga kini, legenda Lembu Suro tetap menjadi bahan obrolan hangat.

Baik saat masyarakat memperingati bulan Suro, maupun ketika Gunung Kelud menunjukkan aktivitas vulkanik.

Para ahli sejarah menilai, cerita ini adalah simbol dari hubungan manusia dengan alam.

Baca Juga: ⁠Nol Kasus Campak di Kabupaten Blitar, Ini yang Dilakukan Dinkes

Bencana alam dipersonifikasi sebagai wujud amarah makhluk gaib agar masyarakat lebih waspada.

Namun, bagi masyarakat Jawa Timur, kisah Lembu Suro lebih dari sekadar mitos.

Ia adalah identitas budaya yang terus diwariskan lintas generasi.

Baca Juga: Polisi Ungkap Modus Penjualan Budi Daya Ganja Warga Blitar, Kapolres: Dijual Batangan-Kiloan ke Malang

Gunung Kelud pun tetap berdiri gagah di perbatasan Kediri, Blitar, dan Malang.

Bersama legenda Lembu Suro, ia akan selalu menjadi bagian dari sejarah panjang tanah Jawa.

Editor : Anggi Septian A.P.
#kediri #lembu #legenda #gunung kelud #suro