Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

“Sound System Rp300 Juta Megatron Milik Mas Brewog Bikin Warga Malang Terpukau!”

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 12 September 2025 | 04:00 WIB
“Sound System Rp300 Juta Megatron Milik Mas Brewog Bikin Warga Malang Terpukau!”
“Sound System Rp300 Juta Megatron Milik Mas Brewog Bikin Warga Malang Terpukau!”

BLITAR-Megatron, sound system mewah milik Mas Brewog, menjadi sorotan warga saat karnaval. Harganya fantastis, mencapai Rp300 juta, membuat banyak orang penasaran dengan kekuatan dan keunikannya.

Megatron bukan sekadar speaker biasa. Desainnya besar, futuristik, dan dilengkapi teknologi canggih yang jarang dimiliki sound system di tingkat desa. Bahkan, beberapa warga mengaku rumahnya ikut “berguncang” saat Megatron dihidupkan.

“Warga biasanya kaget kalau dentuman bass Megatron sampai bikin genteng rumah bergetar. Tapi justru banyak yang bangga, karena itu tandanya ‘horeg’ sound system kita kuat,” kata Mas Brewog sambil tersenyum.

BREWOBaca Juga: Antara Rokok, Genteng Rontok, dan Suara Gosong: Warna-warni Sound Horeg di Lapangan Bersama Brewog Audio Blitar

Megatron terdiri dari beberapa komponen premium. Mulai dari amplifier kelas atas, subwoofer ekstra besar, hingga tweeter dengan kualitas suara jernih dan bass bertenaga. Semua rakitan dilakukan Mas Brewog sendiri dengan bantuan beberapa teknisi handal.

Keunikan lain Megatron adalah kemampuannya memutar musik dengan volume maksimal tanpa merusak kualitas suara. Hal ini membuatnya berbeda dari sound system biasa yang biasanya pecah atau distorsi saat dipaksa keras.

Selain karnaval, Megatron juga sering tampil di berbagai event komunitas audio. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk musik, tapi juga ingin melihat langsung desain dan performa Megatron. Fenomena ini membuat Mas Brewog semakin dikenal di dunia audio tanah air.

Harga fantastis Megatron sebenarnya sebanding dengan kualitas dan inovasi yang ada di dalamnya. Mas Brewog sendiri mengaku, investasi ini adalah bentuk dedikasi pada passion dan komunitas.

“Rp300 juta mungkin terdengar mahal. Tapi kalau melihat reaksi orang dan bagaimana sound system ini bisa bikin acara desa lebih hidup, semua terasa sepadan,” jelasnya.

Selain hiburan, Megatron juga membawa dampak ekonomi. Banyak warga desa yang membuka warung, kios makanan, atau jasa sewa area saat karnaval digelar. Megatron menjadi magnet utama yang meningkatkan kunjungan, bahkan dari desa tetangga.

Fenomena ini juga memicu tren baru di kalangan pemuda. Banyak yang ingin belajar tentang sound system dan elektronik, terinspirasi dari keberanian Mas Brewog merakit sendiri Megatron. Beberapa bahkan mulai menabung untuk membuat sound system versi mereka sendiri.

Namun, bukan hanya soal biaya dan teknologi. Megatron juga dianggap sebagai simbol budaya karnaval di Jawa Timur. Dentuman musik dan panggung megah menjadi identitas tersendiri bagi komunitas audio lokal.

“Sound system itu bukan sekadar alat musik. Bagi kami, itu seni, identitas, dan cara menyatukan warga,” imbuh Mas Brewog.

Munculnya Megatron juga membuktikan bagaimana kreativitas lokal bisa bersaing dengan produk industri besar. Dengan pengetahuan teknis, keberanian, dan dedikasi, seseorang bisa menciptakan sesuatu yang unik dan berpengaruh.

Saat Megatron dimainkan, efeknya terasa hingga radius beberapa ratus meter. Warga sering berdatangan hanya untuk mendengar dentuman bass dan merasakan sensasi ‘horeg’ secara langsung.

Fenomena Megatron ini menarik perhatian netizen di media sosial. Video Megatron yang viral menunjukkan bagaimana sebuah sound system buatan lokal mampu mencuri perhatian banyak orang, bahkan melampaui ekspektasi awal.

Dengan fakta-fakta unik dan harga fantastisnya, Megatron bukan hanya sekadar sound system. Ia menjadi ikon, hiburan, dan inspirasi bagi banyak orang di Malang dan sekitarnya.

Editor : Anggi Septian A.P.
#brewog audio #karnaval #sound system